Banyumas (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 dan beroperasi tahun depan.

"Saya mengunjungi Banyumas, agenda pertama melihat calon lokasi pembangunan SNT. Luas lahannya sudah memadai sesuai aturan yang ditetapkan dan mudah-mudahan segera bisa dibangun pada Oktober," katanya usai berdialog dengan calon siswa SNT beserta orang tuanya di SMKN 1 Kalibagor, Banyumas, Jumat.

Menurut dia, lahan seluas sekitar 20 hektare yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai bumi perkemahan dinilai layak untuk pembangunan SNT dan diharapkan menjadi pusat peningkatan mutu pendidikan di Banyumas.

Ia mengatakan pembangunan SNT merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 untuk memperluas akses pendidikan bermutu.

“Tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 37 SNT, sedangkan pada tahun ajaran 2026/2027 baru 17 sekolah yang mulai beroperasi dan menyelenggarakan seleksi peserta didik. Di Jawa Tengah terdapat dua lokasi SNT, yakni Banyumas dan Jepara,” katanya.

Selain meninjau lokasi pembangunan, Fajar juga bertemu dengan para calon peserta didik yang telah mengikuti tes seleksi.

Ia mengaku terkesan dengan kualitas para calon siswa yang dinilai memiliki kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan daya kritis yang baik.

"SNT diperuntukkan bagi putra-putri yang masuk melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik," katanya.

Ia mengungkapkan hasil sementara seleksi nasional menunjukkan peserta dari Banyumas menempati peringkat kedua nasional untuk jenjang SMP dan peringkat pertama nasional untuk jenjang SMA.

Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan kualitas ekosistem pendidikan di Banyumas sekaligus potensi sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Fajar menjelaskan SNT dirancang sebagai sekolah satu atap yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA agar proses pembelajaran berlangsung berkesinambungan.

"Kami berharap SNT menjadi laboratorium pendidikan sehingga sekolah-sekolah lain bisa belajar dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Kami tidak ingin SNT menjadi sekolah yang eksklusif secara sosial," kata Wamendikdasmen.

Salah seorang orang tua calon siswa, Dian Anggarini mengaju memilih mendaftarkan putrinya karena menilai SNT menawarkan program unggulan dengan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap.

Menurut dia, fasilitas yang baik akan memotivasi peserta didik sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih berkualitas.