POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Universitas Nusa Cendana ( Undana ) Kupang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melaksanakan workshop dan pelatihan bertema “Pemberdayaan Ekonomi dan Partisipasi Perempuan di Desa Nginamanu” pada Rabu, 29 Juli 2026.
Acara yang berlangsung di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan tim pengabdian Undana, pemerintah desa, masyarakat, serta mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Undana Kupang.
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Nginamanu dalam pengembangan ekonomi produktif, terutama keterbatasan pengetahuan, keterampilan, akses informasi, serta pengelolaan usaha.
Baca juga: FISIP Undana Bangun Model Penguatan Ekonomi Perempuan Desa di Wolomeze Ngada
Perempuan sebagai salah satu kelompok penting dalam pembangunan desa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat, namun masih membutuhkan penguatan kapasitas agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan inovatif.
Desa Nginamanu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi sumber daya masyarakat dan ekonomi lokal yang dapat dikembangkan, salah satunya melalui usaha kreatif dan kerajinan berbasis sumber daya alam.
Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pendampingan agar masyarakat mampu mengoptimalkan peluang usaha, meningkatkan daya saing produk, serta memperluas akses pemasaran.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Undana dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pemberdayaan ekonomi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi desa.
Kegiatan melalui metode ceramah, diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Diawali penyampaian materi mengenai pemberdayaan ekonomi dan pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi desa.
Materi utama disampaikan oleh Herman Yosep Utang yang menekankan pentingnya perempuan menjadi pelaku perubahan dalam pengembangan usaha produktif.
Peserta juga mengikuti sesi diskusi mengenai berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri atas masyarakat dan aparat Desa Nginamanu.
Tim pelaksana kegiatan berasal dari Universitas Nusa Cendana dengan Ketua Pelaksana Balkis S. Tanof, serta anggota tim Heni Lada, Herman Yosep Utang, Ernestus Holivil, Dr. Lasarus Jehamat, Yosef E. Jelahut, dan Rena Saputri Hilaria Sitanggang.
Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa Administrasi Publik FISIP Undana yaitu Novita Langa, Maya Monita Manu Watu, dan Fransiska Salestia Moi. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Lasarus Jehamat.
Dalam penyampaian materi, Herman Yosep Utang menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat desa.
“Perempuan menjadi agen of change yang menentukan keberlanjutan arah usaha produktif. Saat yang sama, perempuan harus berinovasi. Konkretnya, mereka harus mampu membangun usaha-usaha produktif dan berani membangun home industry, misalnya mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi. Pisang mentah menjadi keripik atau ubi berubah menjadi tepung. Itu yang disebut sebagai kerja cerdas, bukan kerja keras,” kata Utang.
Menurutnya, pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada kerja fisik, tetapi juga membutuhkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan melihat peluang ekonomi dari sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat.
Sekretaris Desa Nginamanu, Fransiskus Meno, menyampaikan apresiasi kepada UNDANA yang telah hadir memberikan kontribusi bagi masyarakat desa.
“Terima kasih kepada Undana yang melakukan kegiatan ini. Harapan kami, kampus menjadi salah satu bagian yang menjadi solusi dan membantu memecahkan persoalan-persoalan yang ada di desa, terutama persoalan yang dihadapi oleh perempuan. Di sini ada kelompok anyam Bere yang menggunakan serat alam. Semoga kegiatan ini bisa membantu jalan keluar dalam upaya meningkatkan kerajinan tangan kaum perempuan.”
Masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan dalam menjalankan usaha.
Salah satu peserta, Siprianus Lawe, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi pelaku usaha adalah sistem pembayaran tidak langsung atau bon.
“Kita ada usaha. Tapi kendala yang kita hadapi adalah bon. Itu yang membuat usaha kita hancur.”
Sementara itu, Marsianus menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan dan menurunnya daya beli masyarakat turut memengaruhi keberlangsungan usaha perempuan di Desa Nginamanu.
“Perempuan di sini ada usaha. Cuma harga semakin naik dan daya beli masyarakat berkurang. Ini yang membuat usaha kami lambat. Kegiatan ini bisa membuka wawasan kami untuk yang terbaik ke depan.”
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha, pentingnya inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran masyarakat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Dari hasil diskusi, ditemukan beberapa kendala utama yang masih dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan akses pemasaran, meningkatnya harga bahan produksi, rendahnya daya beli masyarakat, serta belum optimalnya dukungan terhadap kelompok usaha perempuan.
Sebagai solusi, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pengembangan usaha berbasis potensi lokal, strategi pemasaran digital, serta pentingnya membangun produk bernilai tambah.
Sebagai tindak lanjut, Undana bersama pemerintah Desa Nginamanu diharapkan dapat terus membangun kerja sama dalam pendampingan kelompok usaha masyarakat, khususnya kelompok perempuan.
Pemerintah desa juga berharap adanya dukungan lanjutan dalam pengembangan sektor pertanian dan usaha produktif, termasuk rekomendasi terkait penyediaan bibit dan pupuk bagi masyarakat.
Sekretaris Desa Nginamanu juga menyampaikan harapan agar perguruan tinggi dapat terus berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
“Mungkin Undana bisa merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyediakan bibit dan pupuk bagi para petani agar pelaku-pelaku usaha kami hidup. Selama ini pelatihan dari penyuluh tidak tepat sasaran.”
Kegiatan pengabdian masyarakat Undana menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas masyarakat Desa Nginamanu, khususnya perempuan, untuk lebih aktif dalam pembangunan ekonomi desa.
Melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap informasi, masyarakat diharapkan mampu menciptakan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (laporan dosen FISIP Undana, Ernestus Holivil)