Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital. Menurutnya, perlindungan terhadap anak menjadi investasi terbesar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Fajar saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, di GOR Tadjimalela, Kamis (30/7/2026).
Menurut Fajar, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya, mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, belajar, bermain, hingga mendapatkan perlindungan secara optimal.
"Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Masa depan Indonesia Emas ditentukan oleh bagaimana kita menjaga, mendidik, dan melindungi mereka sejak hari ini," kata Fajar.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi membawa tantangan baru bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, keterlibatan keluarga dan lingkungan pendidikan menjadi sangat penting agar anak tidak terpapar berbagai konten negatif.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua dan guru sangat menentukan dalam membentuk karakter anak. Mari awasi tumbuh kembang anak-anak kita, berikan mereka pendidikan yang baik, literasi yang memadai, serta tanamkan nilai-nilai moral, mental yang kuat, dan akhlak yang baik," ujarnya.
Fajar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Salah satunya melalui pembatasan akses terhadap situs maupun konten yang dinilai tidak layak diakses anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 16 tahun.
"Kami terus melakukan berbagai langkah edukatif dalam melindungi anak, termasuk memperkuat literasi digital dan pengawasan terhadap akses konten yang tidak layak bagi anak-anak," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengatakan, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi sekaligus memberi ruang bagi mereka mengembangkan potensi, minat, dan kreativitas.
"Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi, minat, kreativitas, dan karakter anak sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045," ujar Eka.
Menurutnya, rangkaian kegiatan HAN 2026 juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, disiplin, sekaligus menumbuhkan sikap kerja sama dan tanggung jawab sejak usia dini.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana melestarikan budaya lokal melalui berbagai aktivitas yang melibatkan peserta didik dari satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sumedang.
"Kegiatan ini juga menjadi sarana melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara satuan PAUD di Kabupaten Sumedang," katanya.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba bercerita, tari kaulinan, tari kreasi, menyanyi solo, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga karnaval yang diikuti perwakilan PAUD dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Eka menjelaskan, seluruh rangkaian perlombaan telah berlangsung pada 28-29 Juli 2026 dan ditutup dengan puncak peringatan Hari Anak Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak.
"Puncak Hari Anak Nasional ini menjadi ajang apresiasi bagi anak-anak sekaligus mempererat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak," ujarnya.