Harga Beras, Minyak Goreng, dan Daging Sapi Naik, Satgas Pangan Kaltim Sidak Dua Pasar di Balikpapan
Amelia Mutia Rachmah July 31, 2026 04:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Satgas Pengawasan Pangan Provinsi Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Baru dan Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026), untuk memastikan ketersediaan, mutu, keamanan, serta keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.

Sidak tersebut melibatkan Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), serta Perum Bulog Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Provinsi Kalimantan Timur, Wahidin Alaudin, melalui perwakilan DKP3 Provinsi Kaltim, Nurlaila, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dalam jumlah yang cukup, aman dikonsumsi, dan harganya tetap terjangkau.

"Berdasarkan pantauan kami hari ini memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan," kata Nurlaila.

Beras hingga Ikan Mengalami Kenaikan Harga

Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain beras, minyak goreng, gula, tepung, cabai, telur, daging sapi segar, serta beberapa jenis ikan seperti tongkol, layang, dan gembung.

Baca juga: Hasil Pendataan Sementara 230 Petak Kios Hangus saat Kebakaran di Pasar Sepinggan Balikpapan

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi bawang merah, bawang putih, tomat, dan ayam segar.

Menurut Nurlaila, hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi di tingkat provinsi sebagai dasar penyusunan langkah pengendalian harga.

Sementara itu, Yuliana, perwakilan DKP3 Kota Balikpapan, menjelaskan harga beras mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram. Minyak goreng naik sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter, sedangkan daging sapi segar mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram.

Ia mengatakan kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor, seperti berkurangnya pasokan, meningkatnya biaya transportasi, serta kenaikan biaya kemasan pada sejumlah produk pangan.

Untuk komoditas perikanan, Yuliana menyebut kenaikan harga ikan tongkol, layang, dan gembung dipicu berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca.

"Pasokan ikan berkurang karena cuaca. Saat ini masih memasuki musim selatan yang diperkirakan berlangsung hingga September atau Oktober, sehingga hasil tangkapan nelayan menurun dan berdampak pada kenaikan harga di pasar," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.