Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Beltim Tanam 3.500 Bibit Pohon di Pantai Kuale Tambak
Hendra July 31, 2026 03:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berdiri di bawah tenda sederhana yang  dihembus angin laut, puluhan siswa-siswi Saka Kalpataru dan pelajar sekolah duduk di Pantai Kuale Tambak, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Jumat (31/7/2026).

Seperti seremonial pada umumnya, seluruh peserta bersama unsur Forkopimda menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan pembacaan doa.

Sebuah momen pembuka rangkaian aksi lingkungan Peringatan Hari Mangrove Sedunia tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2026.

Usai laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Beltim dan sambutan dari Bupati, acara dilanjutkan oleh penyerahan bibit pohon secara simbolis.

Kemudian dilanjutkan aksi penanaman bibit pohon cemara laut serta bakau (mangrove) di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup DLH Belitung Timur, Zulfikar Arrlianda menjelaskan bahwa aksi penanaman ini merupakan puncak dari rangkaian gerakan konservasi yang telah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

Zulfikar membeberkan bahwa total bibit bakau yang disiapkan dalam gerakan ini mencapai 3.500 bibit, yang disokong oleh dua komunitas lokal yakni Komunitas Akar Bakau dan Serikat Nelayan Lestari (SEKAR).

Hebatnya, dari total 3.500 bibit tersebut, sebanyak 3.300 bibit sudah ditanam secara sejak akhir Mei hingga Juli 2026.

Sementara sisa 200 bibit terakhir diselesaikan bersama-sama pada aksi penanaman puncak hari ini.

"Peringatan Hari Mangrove Sedunia ini sebenarnya jatuh pada 26 Juli lalu, namun sengaja kita geser ke hari ini untuk mengoptimalkan keterlibatan anak-anak sekolah yang baru selesai masa orientasi," ujar Zulfikar, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini melibatkan 100 peserta gabungan yang terdiri dari anak sekolah dari SMAN 1 Damar, SMPN 1 Damar, dan Saka Kalpataru Pramuka Kwarcab Beltim, serta gabungan panitia DLH, jajaran Forkopimda, BPBD, Satpol PP, Dinas Perikanan, hingga Kelompok Usaha Bersama (KUBE) nelayan Bakau Jelutto. 

Zulfikar mengatakan, strategi DLH Beltim adalah memaksimalkan peran komunitas lokal dan stakeholder lingkungan guna menekan biaya operasional dan berfokus pada aksi penanaman langsung.

Langkah ini penting mengingat kondisi pesisir yang kian tergerus gelombang pasang, fenomena El Nino, dan perubahan cuaca ekstrem dalam empat tahun terakhir.

"Strategi kita adalah pemanfaatan komunitas dan memperbanyak penanaman dengan stakeholder. Jadi seremonial di lapangan ini bukan yang utama, tetapi aksi penanaman nyatanya yang kita utamakan," katanya. 

Laporkan Kalau Ada yang Merusak

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten menegaskan bahwa gerakan rehabilitasi kawasan pesisir ini merupakan investasi lingkungan yang sangat penting bagi masa depan daerah.

Ia mengimbau masyarakat agar aktivitas tidak sampai merusak ekosistem alam yang ada.

"Untuk anak cucu kita, lingkungan ini harus kita jaga bersama. Kita boleh cari makan, tapi jangan merusak lingkungan. Itu yang paling penting," ungkap Kamarudin. 

Kamarudin juga menginstruksikan DLH Beltim beserta jajaran terkait untuk terus bekerja secara berkelanjutan menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil di Belitung Timur dari dampak penambangan liar.

Ia bahkan meminta masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila melihat adanya aktivitas tambang yang merusak kawasan pesisir di luar aturan.

"Kalau ada penambang nakal yang sudah di luar koridor, masyarakat wajib mengingatkan dan menegur. Laporkan ke Bupati lewat WhatsApp atau surat, pasti akan kita tindak," katanya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.