PLN Perkuat Pemanfaatan Energi dari Sampah Lewat Proyek PSEL Legok Nangka
Hendra July 31, 2026 03:23 PM

POSBELITUNG.CO, BANDUNG - Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan terus diwujudkan melalui kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik berbasis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Proyek ini menjadi salah satu langkah nyata mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

Fasilitas PSEL Legok Nangka yang kini dalam tahap pembangunan ditargetkan beroperasi pada 2029.

Saat beroperasi nanti, instalasi tersebut mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 40,79 MW dengan produksi energi mencapai 310 GWh per tahun.

Untuk mendukung operasional proyek, PLN bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada Maret 2026.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (depan kedua dari kiri) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (depan kiri) menyimak pemaparan materi walking gallery dari Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar (kedua dari kanan) pada acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung (29/7).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (depan kedua dari kiri) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (depan kiri) menyimak pemaparan materi walking gallery dari Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar (kedua dari kanan) pada acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung (29/7). (Dokumentasi/PLN)

Kesepakatan ini menjadi dasar penyaluran listrik hasil pengolahan sampah ke sistem kelistrikan PLN sebagai bagian dari upaya memperkuat bauran energi nasional sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus mengembangkan pemanfaatannya menjadi energi (waste to energy).

Proyek ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029 melalui pengelolaan dari hulu ke hilir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ucap Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7).

Dirinya berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Yuliot.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Menurutnya, proyek ini dan PSEL lain di wilayahnya akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.

”Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan,” ujar Dedi.

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, Dedi mengatakan proyek ini juga akan memperkuat pasokan energi bersih yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Barat.

"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar mengatakan, pihaknya siap menjalankan arahan Pemerintah dalam mendukung PSEL, salah satunya PSEL Legok Nangka sebagai solusi nyata darurat sampah sekaligus langkah menuju swasembada energi.

Periode PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan PSEL Legok Nangka.

Melalui perjanjian tersebut, PLN memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek waste to energy secara berkelanjutan.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.

Suroso menambahkan, selain memperkuat bauran energi bersih, pengembangan PSEL Legok Nangka juga menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi.

"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," pungkasnya. (*/E8)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.