TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Kepergian Ilham Maulana (24) dalam kecelakaan maut di Tol Cipularang menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Di mata orang-orang terdekatnya, pria asal Kampung Jaringao, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, itu dikenal sebagai sosok pekerja keras, jarang banyak bicara, dan memiliki cita-cita sederhana, yakni membangun rumah sendiri bersama keluarga kecilnya.
Kakak ipar Ilham, Angga Hartanto (38), mengatakan kabar meninggalnya Ilham pertama kali diterimanya pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Menurut Angga, informasi itu datang dari pihak pabrik tempat Ilham mengambil tahu untuk dijual.
"Saya tahu tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB, dapat kabar dari pabrik yang mengelola tahu. Kalau kronologi kejadiannya saya memang tidak tahu betul," kata Angga kepada TribunJabar.id di rumah duka.
Angga mengaku sangat mengenal keseharian Ilham. Hampir setiap malam, korban berangkat membawa tahu untuk dijual ke Pasar Plered, Kabupaten Purwakarta. Pergi-pulang (PP) Sumedang-Purwakarta.
Baginya, aktivitas itu sudah menjadi rutinitas sehingga keluarga tidak memiliki firasat apa pun sebelum musibah terjadi.
Momen pertemuan terakhir mereka terjadi hanya beberapa jam sebelum kecelakaan. Saat itu Ilham baru saja bertemu Angga sepulang Angga dari Bandung, sebelum Ilham berangkat bekerja.
"Terakhir komunikasi sekitar pukul 00.30. Dia bilang, 'A, saya berangkat dulu.' Saya bilang, 'Hati-hati,'" kenangnya.
Angga mengatakan Ilham merupakan pribadi yang tidak banyak bicara, tetapi dikenal ramah dan ringan tangan membantu siapa saja.
"Ilham sosoknya pekerja keras, baik sekali. Orangnya pendiam, tidak banyak bicara," katanya.
Di balik rutinitasnya berjualan tahu, Ilham ternyata tengah menyiapkan masa depannya. Sedikit demi sedikit ia menyisihkan penghasilan demi mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.