Dinas Perikanan Pilih Desa Lampur Jadi Lokasi Budi Daya Ikan Air Tawar Terintegrasi
Ajie Gusti Prabowo July 31, 2026 04:50 PM

SUNGAISELAN, BABEL NEWS - Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah menjadikan Pokdakan Besatu di Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan, sebagai lokasi pengembangan budi daya ikan terintegrasi, dari hulu ke hilir dengan konsep Sister Klaster.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Imam Soehadi menjelaskan, program tersebut dilakukan karena Pokdakan Besatu Desa Lampur memiliki potensi besar dalam budi daya ikan air tawar khususnya jenis ikan patin. 

"Salah satu tujuan kegiatan ini adalah, bagian dari road map pengembangan klaster perikanan air tawar. Di mana Bangka Tengah memiliki inovasi bernama Akurat, yang mengembangkan budi daya ikan dari produksi, pengolahan, sampai pemasaran," ujar Imam Soehadi.

Diakuinya, untuk tahun ini pihaknya melakukan kerja sama pentahelix bersama berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pihak swasta ataupun kelompok masyarakat sendiri dalam pengembangan klaster tersebut.

Menurutnya, dalam pelaksanaannya untuk mewujudkan budi daya ikan terintegrasi, sejumlah fasilitas akan dibangun di area Pokdakan Besatu di Desa Lampur. Fasilitas tersebut mulai dari rencana pembangunan rumah pakan produksi, peningkatan rehabilitasi kolam serta pembangunan saung pertemuan bagi anggota Pokdakan.

"Untuk tahun 2026 ini kami akan membangun melalui APBD dan bantuan dari pihak swasta, berupa pembangunan sarana produksi, area pertemuan serta tiga unit bioflok," tambahnya.

Pihaknya menargetkan, agar program serupa dapat diwujudkan pada setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Bangka Tengah. "Target kami Dinas Perikanan Bangka Tengah, kita akan mengembangkan klaster-klaster seperti ini di masing-masing kecamatan. Tentu nanti sesuai karakteristik dari daerah itu sendiri," jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan sektor perikanan sebagai salah satu pilar perekonomian masyarakat. Diakuinya, hal itu harus dilakukan karena Bangka Tengah memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, baik itu perikanan tangkap ataupun budi daya.

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengarahkan pengembangan sektor perikanan budi daya dapat lebih optimal. Terlebih lagi, hasil produksi perikanan budi daya dapat terhubung langsung dengan program-program prioritas pemerintah pusat, khususnya pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).

"Perikanan budi daya ini sudah ditetapkan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang terhubung langsung dengan program-program prioritas. Katakan misalnya MBG. Kemudian penguatan desa melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujar Ahmad Syarifullah Nizam.

Namun menurutnya, perlu adanya peningkatan produktivitas dan usaha menghasilkan nilai tambah, agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar. "Ketika sektor perikanan ini akan berperan aktif untuk meningkatkan pilar ekonomi, maka peningkatan produktivitas dan nilai tambahlah yang harus kita utamakan. Artinya, produktivitas dan nilai tambah ini menjadi satu kekuatan utama yang dalam hal ini akan didorong baik di perikanan tangkap dan sektor perikanan budi daya," tuturnya.

Dirinya turut memastikan, jika usaha pengembangan juga dilakukan pada sektor perikanan tangkap, melalui hadirnya gudang berpendingin khusus yang berfungsi untuk mempertahankan mutu ikan, atau biasa disebut cold storage.

"Kita sangat mengharapkan ini sebagai salah satu bukti kekuatan dalam rangka mendorong sektor perikanan di Kabupaten Bangka Tengah untuk terus tumbuh kuat dan memberikan kontribusi nyata dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (w4)

Pembangunan Satu Klaster Tiap Kecamatan
KEPALA Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Imam Soehadi menyebutkan, pihaknya merencanakan adanya pembangunan satu klaster pengembangan ikan dari hulu hingga hilir di setiap kecamatan.

Ia menjelaskan, rencana itu dicanangkan karena Bangka Tengah memiliki potensi pengembangan budi daya yang cukup besar dengan potensi luas lahan budi daya air payau mencapai 1.483,08 hektare dan potensi lahan budi daya air tawar seluas 348,52 hektare.

Potensi tersebut turut didukung satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya yang memiliki tiga instalasi, 154 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), 39 Unit Pembenihan Rakyat (UPR), serta 1.456 pembudidaya ikan.

Selanjutnya, di Bangka Tengah juga terdapat satu unit hatchery udang vaname, 12 unit usaha pembesaran udang vaname, 24 unit bersertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), 17 unit bersertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), serta satu unit pembuatan pakan ikan mandiri.

"Target dari Dinas Perikanan Bangka Tengah, kita akan mengembangkan minimal satu lokasi klaster di setiap kecamatan. Jadi nanti di Bangka Tengah akan memiliki enam klaster, di enam kecamatan," ujar Imam Soehadi, Kamis (30/7).

Menurutnya, pengembangan seluruh klaster akan memperhatikan aspek kajian dan analisis dari potensi masing-masing wilayah. "Kalau untuk desa-desa pesisir tentu akan kita dorong ke budi daya ikan air payau. Sementara desa-desa berbasis daratan tentu kita mendoroang ke arah budi daya ikan air tawar," tambahnya.

Diakuinya, saat ini perikanan budi daya Bangka Tengah mampu memproduksi 814,51 ton ikan air tawar dan 1.796,70 ton ikan air payau. Kemudian, untuk produksi benih mencapai 14.726.314 ekor ikan air tawar dan 593.462.530 ekor ikan air payau, sedangkan produksi ikan hias tercatat sebanyak 77.117 ekor.

"Capaian tersebut menunjukkan Bangka Tengah telah memiliki rantai produksi perikanan yang relatif lengkap mulai dari pembenihan, pembesaran hingga pemasaran," pungkasnya. (w4)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.