Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Viral di media sosial Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jalan Raya Casablanca, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, dipasangi pagar tinggi.
Pemasangan pagar itu jadi perhatian publik usai diunggah akun Instagram @jakarta_siders dengan keterangan, "Area Depan Mall Kota Kasablanka Dipasang Pagar Tinggi! Kira-kira Ada Apa ya?".
Warta Kota pun kemudian mendatangi Mal Kota Kasablanka pada Jumat siang pukul 11.00 WIB.
Pantauan Warta Kota di lokasi, pagar yang dipasang berada di area depan Mal Kota Kasablanka, tepatnya di dekat pintu masuk kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.
Pagar tersebut merupakan pagar logam vertikal atau pagar bilah yang memiliki bagian atas menyudut dan lancip serta sisi yang dibuat serong untuk menyulitkan orang memanjat.
Pagar berwarna abu-abu itu memiliki tinggi sekitar 2,5 meter.
Baca juga: Terekam CCTV, Dua Pemuda Gondol Pagar Sekolah di Babelan Bekasi
Hingga Jumat siang, pagar yang telah terpasang membentang sekira 100 meter, mulai dari area dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati pintu keluar kendaraan.
Sementara itu, bagian lain di area depan mal belum dipasangi pagar serupa.
Sejumlah titik hanya menggunakan pagar kaca dengan tinggi kurang dari satu meter yang lebih mengedepankan aspek estetika.
Pagar tinggi tersebut disebut baru dipasang baru kurang dari seminggu.
"Kalau enggak salah seminggu kurang," kata karyawati coffee shop di dalam Kokas yang enggan sebutkan nama, kepada Warta Kota, Jumat.
Namun, ia tak mengetahui secara pasti alasan pemasangan pagar tinggi.
"Kurang tahu ya, itu mungkin dari atasnya," tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukan merupakan hal baru.
Menurut dia, banyak pusat perbelanjaan yang telah dilengkapi pagar sejak awal dibangun.
"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," kata Alphonzus saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menjelaskan, terdapat pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan yang kerap dilintasi atau berdekatan dengan lokasi aksi demonstrasi sehingga pengelola memerlukan batas atau perimeter yang jelas untuk menjaga ketertiban.
"Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di mana sering dilintasi ataupun berdekatan dengan lokasi demonstrasi, yang mana pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban," ujarnya.
Saat ditanya apakah pemasangan pagar berkaitan dengan kekhawatiran terhadap dampak perlambatan ekonomi, seperti potensi penjarahan atau gangguan keamanan lainnya, Alphonzus membantah anggapan tersebut.
"Tidak demikian," katanya. (m31)