Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras terbarunya.
Khususnya, kepada negara-negara Arab mengenai potensi taktik false flag atau operasi bendera palsu oleh Israel.
Mengutip Al Mayadeen pada (31/7), peringatan tersebut dilontarkan usai insiden serangan drone misterius yang membakar dua kapal pengangkut gas di Pelabuhan Damietta, Mesir.
Araghchi menilai provokasi semacam ini dirancang khusus oleh Israel untuk merusak perdamaian regional dan menghancurkan solidaritas umat Muslim.
Melalui media sosial X, ia menegaskan bahwa Mesir merupakan teman sekaligus mitra penting yang keamanannya sangat krusial bagi kawasan.
Menlu Iran meminta seluruh negara Arab di kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap skenario dan rencana jahat Israel.
Pemerintah Mesir sendiri telah mengonfirmasi bahwa ledakan di pelabuhan Mediterania tersebut murni berasal dari serangan drone, bukan kecelakaan teknis.
Pihak Iran membantah tegas segala keterlibatan dalam insiden serangan udara yang menargetkan fasilitas maritim di Mesir tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kelompok atau pihak mana pun yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas aksi pemboman tersebut.
Drone tak dikenal itu diketahui menabrak kapal penyimpanan gas terapung milik Amerika Serikat, Energos Winter.
Kobaran api akibat hantaman drone dengan cepat menyambar kapal Gaslog Salem yang berlabuh di sekitarnya.
Pihak berwenang dan tim pemadam kebakaran Mesir bergerak cepat hingga berhasil mengendalikan kobaran api tanpa adanya korban jiwa.
Iran mengingatkan bahwa negara-negara Arab harus bersatu agar tidak terjebak dalam trik domba Israel yang ingin memecah belah stabilitas Timur Tengah.