WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Kawasan Pos Poncol di Jalan Ir H Juanda (Jalan Hasibuan), Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mendadak sepi setelah viralnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.
Pantauan Wartakotalive.com pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tidak terlihat satu pun petugas Dishub beraktivitas di lokasi yang sebelumnya ramai menjadi sorotan publik tersebut.
Pos Poncol tampak tertutup rapat. Pintu masuk pos terkunci menggunakan gembok dari bagian luar, sementara bagian dalam bangunan terlihat kosong tanpa aktivitas. Hanya tampak beberapa meja dan kursi yang tersusun di dalam ruangan.
Kondisi itu dibenarkan seorang warga berinisial AI yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi.
Menurut AI, sejak pagi hingga menjelang siang tidak terlihat adanya kegiatan seperti biasanya.
"Enggak ada. Dari pagi saya di sini sampai sekarang enggak ada aktivitas. Biasanya ada petugas, tapi sekarang enggak ada," ujar AI saat ditemui di lokasi, Jumat.
Baca juga: Puluhan Tahun Dipenuhi Sampah, Bantaran Kali Kresek Kini Jadi RTH Lengkap dengan Taman Bermain Anak
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, dugaan praktik pungli yang melibatkan oknum Dishub Kota Bekasi viral di media sosial. Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Facebook Babelan24Jam pada Kamis (30/7/2026).
Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 49 detik itu, terdengar seseorang meminta petugas Dishub yang sedang berada di sebuah warung untuk mengembalikan uang milik seorang sopir.
Uang tersebut diduga merupakan hasil pungutan liar yang sebelumnya diminta kepada sopir tersebut.
"Kembalikan uang sopir ini, Rp 1,7 juta katanya. Cepat kembalikan, jangan ada yang kabur," terdengar suara dalam rekaman video.
Dalam video itu juga terlihat seorang sopir yang diduga menjadi korban pungli berdiri di sekitar lokasi warung sambil menunggu penyelesaian persoalan tersebut.
Saat perdebatan berlangsung, salah satu petugas Dishub terlihat meninggalkan lokasi. Sementara petugas lainnya sempat mempertanyakan uang yang dimaksud oleh perekam video.
"Duit yang mana?" tanya petugas dalam video.
"Itu yang di meja itu, duit sopir ini. Kembalikan," jawab perekam video.
Perdebatan kemudian berlanjut hingga perekam video meminta sopir mengambil uang yang diduga berada di atas meja warung.
"Ambil duitnya, ambil," ujarnya.
Viralnya video tersebut turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi menyatakan kekecewaannya terhadap dugaan tindakan pungli yang dilakukan oknum petugas Dishub Kota Bekasi.
Dedi mengaku telah menghubungi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
Bahkan, ia meminta agar petugas yang terbukti melakukan pungli dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
"Saya sudah menghubungi Wali Kota Bekasi untuk bersikap tegas dengan memberhentikan pekerjaannya (oknum Dishub) dengan tidak hormat," tegas Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagram @dedimulyadi71, Jumat.
Ia berharap kasus serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur pemerintah agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki. (M37)