Puluhan pengunjung festival musik diduga keracunan usai makan wrap dari sebuah kedai makanan. Banyak yang mengalami diare hingga dirawat di rumah sakit.
Festival kuliner selalu menjadi pelengkap acara musik yang ramai dikunjungi. Namun, kualitas makanan tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Dilansir dari People, (29/7/2026), sebuah festival musik di Inggris menjadi sorotan. Sejumlah pengunjung dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah membeli makanan dari sebuah kedai.
Insiden itu terjadi di Truck Festival yang digelar di Oxfordshire, Inggris. Puluhan pengunjung diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap wrap dari sebuah kedai makanan.
Puluhan pengunjung festival dilarikan ke rumah sakit usai mengalami keracunan makanan. Foto: Getty Images/Pornpak Khunatorn
|
Keluhan yang muncul hampir seragam. Banyak pengunjung mengaku mengalami diare hebat, kram perut, hingga mual tak lama setelah makan.
Cerita para korban ramai dibagikan di media sosial. Mereka mengaku harus bolak-balik ke toilet portabel dan melewatkan penampilan musisi favorit.
Beberapa bahkan menyebut pengalaman itu sebagai keracunan makanan terburuk yang pernah dialami. Bahkan ada yang memilih pulang lebih awal karena kondisinya terus memburuk.
Kasus yang lebih serius juga dilaporkan. Salah seorang korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami diare berdarah.
Salah satu penjual makanan di lokasi festival dicurigai sebagai penyebabnya. Foto: People
|
Dokter kemudian mengambil sampel untuk pemeriksaan. Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan yang berasal dari makanan yang dikonsumsi di festival.
Banyak korban menduga sumber masalah berasal dari wrap isi daging babi. Namun, ada pula pengunjung yang mencurigai menu ayam sebagai penyebabnya.
Panitia festival menyatakan tim medis mulai menerima laporan pada Minggu pagi. Setelah dilakukan penyelidikan cepat, satu stan makanan langsung dicurigai sebagai sumber masalah.
Kedai tersebut merupakan vendor pihak ketiga. Panitia menutup operasionalnya sekitar 90 menit setelah laporan pertama diterima.
Otoritas kesehatan bersama pemerintah daerah kini menyelidiki dugaan wabah keracunan makanan tersebut. Penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi resmi.







