Viral Kereta Kuno Mbah Gleyor di Kediri Dicoret OTK, Peninggalan Bupati Dulu Jadi Korban Vandalisme
faridmukarrom July 31, 2026 06:45 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Aksi vandalisme menimpa salah satu benda bersejarah di Kabupaten Kediri. Kereta kuno peninggalan Bupati Kediri pada masa kolonial Belanda yang dikenal sebagai Kereta Mbah Gleyor ditemukan penuh coretan cat oleh orang tak dikenal, Jumat (31/7/2026).

Coretan bergambar panah dan berbagai simbol menggunakan cat hijau terlihat di sejumlah bagian kereta. Pelaku juga mengecat sebagian bodi kereta dengan warna putih dan cokelat hingga menutupi warna asli kayu jati yang menjadi ciri khas benda bersejarah tersebut.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menggegerkan masyarakat Desa Kandat yang selama ini ikut menjaga keberadaan peninggalan sejarah tersebut.

Kereta Mbah Gleyor dipajang di bawah bangunan beratap joglo di Jalan Glinding, Dusun Kartosari, Desa/Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, tepat di depan rumah keturunan Bupati Kediri terdahulu.

Baca juga: Sekolah Rakyat Trenggalek Resmi Tempati Gedung Permanen, Pemkab Ajak Anak Berani Bermimpi

Kereta berbahan kayu jati tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun dengan panjang sekitar tujuh meter dan lebar dua meter. Kereta itu dikenal sebagai peninggalan Bupati Kediri K.R.T. Djojohadiningrat yang memimpin pada awal abad ke-20 di masa pemerintahan kolonial Belanda.

Kepala Dusun Kartosari, Darmawan, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari warga.

"Kami mendapat laporan dari warga bahwa terjadi aksi vandalisme di situs peninggalan Kereta Mbah Gleyor. Setelah dicek ke lokasi, kondisinya sudah dicat. Warna kayu aslinya tertutup cat putih, cokelat, dan ada gambar-gambar menggunakan cat hijau," jelasnya.

Menurut Darmawan, hingga kini pelaku vandalisme masih belum diketahui. Perangkat desa bersama warga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut pelaku perusakan.

Ia menjelaskan selama ini Kereta Mbah Gleyor rutin dirawat masyarakat. Area penyimpanan juga telah dipagari dan biasanya dalam kondisi terkunci sehingga kejadian tersebut di luar dugaan warga.

"Selama ini warga ikut menjaga. Tidak pernah terpikir akan terjadi aksi seperti ini. Kami yakin warga sini tidak mungkin melakukan karena mereka sangat menjaga dan menghormati peninggalan sejarah ini," katanya.

Tak hanya kereta, aksi vandalisme juga diduga menyasar sebuah arca yang berada di kompleks makam keluarga di sekitar lokasi. Coretan yang ditemukan memiliki pola dan warna cat yang hampir sama.

"Sementara ini kami menduga pelakunya sama karena warna cat dan polanya hampir serupa. Namun semuanya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian," ucapnya.

Pihak desa berharap kereta bersejarah tersebut dapat segera dipulihkan melalui proses restorasi yang tetap menjaga nilai historisnya. Koordinasi pun mulai dilakukan dengan instansi terkait yang membidangi pelestarian kebudayaan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3), Imam Mubarok, menyayangkan aksi perusakan terhadap salah satu peninggalan sejarah Kabupaten Kediri tersebut.

"Saya mendapat laporan dari warga pagi ini. Diduga vandalisme dilakukan pada malam hari sehingga tidak diketahui oleh warga maupun juru kunci. Ini menjadi tamparan keras karena benda-benda bersejarah kita ternyata masih rentan terhadap aksi perusakan," ujar pria yang akrab disapa Gus Barok itu.

Ia juga menyoroti belum adanya kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi penyimpanan kereta sehingga menyulitkan proses identifikasi pelaku. Menurutnya, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Kediri maupun pihak kepolisian agar segera mendapat perhatian.

Sementara itu, Kapolsek Kandat Iptu Abdul Azis membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan vandalisme tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

"Anggota sudah di lokasi dan melakukan pengecekan."

(Isya Anshori/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.