Renungan Harian Kristen 1 Agustus 2026 - Menjadi Alat Kemuliaan Tuhan
Bacaan ayat: 1 Samuel 16:7 (TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Dalam rangka membangun rasa percaya diri, seorang mentor bisa saja berkata, "Kamu bisa. Allah bisa memakai siapa untuk kemuliaan-Nya, termasuk kamu!"
Ini kalimat bijak dalam memotivasi. Seseorang perlu diyakinkan bahwa dirinya berharga sehingga ia dapat lebih percaya diri dalam berkarya. Sayangnya tidak semua orang dapat dengan mudah diyakinkan.
Berbagai pengalaman memberikan pengaruh pada pembentukan gambaran diri seseorang. Seorang anak yang lebih sering mendapat hinaan daripada pujian, akan cenderung rendah diri.
Anak yang diberi cap tertentu, akan berperilaku seperti cap yang berikan. Bahkan anak yang terlalu sering mendapat larangan, akan sulit untuk percaya diri dalam setiap keputusan yang akan diambil.
Ia perlu legitimasi dari orang-orang lain terutama orang-orang yang pernah memberikan larangan-larangan tersebut.
Tampilan yang bagus membuat Samuel berfikir bahwa orang yang ada dihadapannya adalah pilihan Tuhan. Sebagai seorang raja, figur yang dipilih biasanya diatas rata-rata.
Tujuh pria perkasa anak Isai tampil di hadapan Samuel, dan ia berharap salah satu diantaranya akan dipilih Tuhan. Zonk..!! Tidak satupun dipilih.
Hingga alternatif pilihan jatuh pada si bungsu yang sedang menggembalakan domba.
Siapa yang terfikir bahwa si bungsu akan menjadi kandidat? Tidak ada! Bahkan Isai sendiri tidak berekspektasi bahwa anaknya yang bungsu akan masuk hitungan.
Apa yang dirancang Allah ternyata berbeda dari apa yang dipikirkan oleh manusia. Yang diabaikan oleh manusia, justru menjadi pilihan Allah.
Daud diurapi sebagaimana tanda bahwa ia berkenan kepada Tuhan.
Benar bahwa Allah bisa memakai siapa saja; namun bukan siapa saja akan dipakai oleh Allah. Selalu ada standar dan kriteria yang Allah tetapkan.
Pada faktanya, yang dipilih oleh Allah ialah orang-orang yang akan dipakai untuk memuliakan nama-Nya; bukan nama pribadi. Itu sebabnya penting untuk terus mengarahkan hati dan pikiran untuk kemuliaan Allah; bukan diri sendiri. Amin.
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang