TRIBUNJABAR.ID - DEPOK - BPSDM Hukum menggelar apel pagi virtual yang dipimpin Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam, Ivansyah, sebagai upaya memperkuat budaya kerja adaptif dan pengembangan kompetensi aparatur.
Dalam arahannya, Ivansyah mengajak seluruh ASN menjadi pribadi yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga memiliki kemauan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan beradaptasi menghadapi perubahan. BPSDM Hukum menegaskan komitmennya membangun SDM hukum yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan melalui budaya organisasi yang adaptif dan berorientasi pada pembelajaran.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum terus memperkuat budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi aparatur melalui apel pagi virtual yang digelar pada Jumat.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam, Ivansyah, mengajak seluruh pegawai untuk membangun semangat menjadi aparatur yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga memiliki kemauan kuat untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkembang.
Dalam arahannya, Ivansyah menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap dan karakter dalam menjalankan tugas. Ia membedakan dua karakter pekerja, yakni pegawai yang sekadar "bisa bekerja" dan pegawai yang benar-benar "mau bekerja".
Menurutnya, organisasi akan tumbuh lebih cepat apabila didukung oleh aparatur yang memiliki inisiatif, semangat belajar, serta kesiapan menghadapi perubahan.
"Tipe yang mau kerja selalu memiliki keinginan untuk meningkatkan potensi dan kompetensi dirinya. Karena tipe ini selalu mau belajar dan mau tahu hal-hal yang baru. Tipe ini juga merasa tertantang dengan perubahan untuk berkembang dan maju," ujar Ivansyah.
Ia menambahkan, karakter tersebut akan memberikan dampak positif, baik bagi individu maupun organisasi. Aparatur yang memiliki kemauan untuk terus berkembang akan lebih cepat meningkatkan kapasitas, memiliki peluang karier yang lebih luas, memperkuat jejaring kerja, serta mendorong kemajuan organisasi secara berkelanjutan.
Sebaliknya, sikap yang enggan beradaptasi dapat menghambat pengembangan kompetensi dan mengurangi daya saing organisasi dalam menghadapi perubahan.
Ivansyah juga menegaskan bahwa pesan yang disampaikannya merupakan refleksi dari pengalaman pribadi selama lebih dari tiga dekade mengabdi di Kementerian Hukum. Ia mengaku pernah berada pada fase hanya "bisa bekerja", sebelum akhirnya bertransformasi menjadi pribadi yang memiliki kemauan kuat untuk terus belajar dan berkembang.
"Apa yang saya sampaikan bukan untuk menyinggung siapa pun. Ini adalah cerita dari perjalanan saya sendiri. Saya juga pernah bertransformasi dari orang yang bisa kerja menjadi orang yang mau kerja, dan Alhamdulillah sekarang saya merasa bahagia dalam bekerja," ungkapnya.
Melalui pesan tersebut, BPSDM Hukum menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran. Penguatan karakter aparatur diharapkan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia hukum yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pembangunan hukum di masa depan.
Merespons arahan pembinaan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum terkait pentingnya membangun budaya kerja yang proaktif dan adaptif tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, menyambut sangat positif dan menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengakselerasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
"Kami di lingkungan Kanwil Kemenkum Jabar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh semangat transformasi budaya kerja yang digelorakan oleh BPSDM Hukum. Tantangan birokrasi yang semakin dinamis saat ini menuntut setiap ASN untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban rutin, tetapi harus proaktif, memiliki inisiatif tinggi, dan terus haus akan pembelajaran baru. Di Jawa Barat, komitmen untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi senantiasa kami tanamkan”.
“Melalui sinergi jajaran Bagian Tata Usaha dan Umum yang dikoordinasikan secara optimal oleh Saudara Archie Tigor Mangunsong, S.E., kami senantiasa mendorong setiap aparatur untuk memacu kapasitas diri, memperkuat kolaborasi, serta berinovasi dalam pelaksanaan tugas. Kami meyakini, dengan karakter ASN yang mau belajar, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi, Kanwil Kemenkum Jabar akan semakin solid dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, profesional, dan berintegritas tinggi bagi masyarakat di Tatar Pasundan," tegas Asep Sutandar.