10 Cara Mengenali Kualitas Bahan Baju saat Beli Online Menurut Ahli Fashion
Arini Nuranisa July 31, 2026 09:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengenali kualitas bahan baju saat beli online dimulai dari komposisi kain, detail jahitan, dan foto yang bisa diperbesar. Jangan mudah percaya istilah premium tanpa penjelasan bahan. Sesuaikan fungsi pakaian dengan material yang dipakai. tepat.

Melansir Mashable,  Dr. Rachel Lamarche-Beauchesne, MA, PhD, dosen senior bidang Pemasaran dan Kewirausahaan Fashion di Torrens University Australia dan Kinsen Siu, co-founder IDA+S mengatakan, bahan alami seperti katun dan linen nyaman untuk dipakai lama, sedangkan polyester lebih cocok untuk olahraga. Foto detail kancing, lapisan, dan kepadatan jahitan membantu menilai mutu pakaian.ya

Belanja baju secara online memang praktis, tetapi juga penuh risiko. Foto yang terlihat bagus belum tentu menunjukkan kualitas sebenarnya. Banyak pakaian tampak mewah di media sosial, namun saat sampai di rumah ternyata bahannya tipis, panas, atau jahitannya kurang rapi.

Karena itu, artikel ini akan membahas cara mengenali kualitas bahan baju saat beli online sebelum mengeluarkan uang. Dilansir Liputan6.com dari laman Mashable, Jumat (31/7/2026).

1. Cek komposisi bahan terlebih dahulu

Sering salah pilih baju online? Yuk intip tipsnya berikut ini. (pexels: leeloothefirst).
Sering salah pilih baju online? Yuk intip tipsnya berikut ini. (pexels: leeloothefirst).

Langkah paling penting adalah membaca komposisi kain pada deskripsi produk. Jangan hanya terpaku pada kata "premium", "high quality", atau "best material".

  • Katun (cotton): nyaman, menyerap keringat, cocok untuk pakaian harian dan kantor.
  • Linen: sejuk dan terasa ringan, tetapi mudah kusut.
  • Rayon/viscose/Tencel/Lyocell: lembut dan nyaman di kulit.
  • Polyester: kuat dan mudah dirawat, namun kurang breathable untuk cuaca panas.

Dr. Rachel menekankan bahwa bahan harus sesuai dengan fungsi pakaian. Blazer mahal dengan lapisan polyester penuh bisa menjadi tanda kurang baik, sedangkan rayon untuk lapisan justru sering terasa lebih nyaman.

2. Perhatikan persentase campuran bahan

Perhatikan Bahan dan Karakteristik Kain. Foto: Gemini
Perhatikan Bahan dan Karakteristik Kain. Foto: Gemini

Baju tidak harus selalu 100 persen bahan alami. Yang penting adalah proporsinya. Contohnya pada jeans:

  • 98% katun + 2% spandeks → masih ideal.
  • 90% katun + 10% spandeks → lebih mudah melar dan kehilangan bentuk.

Campuran sedikit spandeks membantu fleksibilitas, tetapi terlalu banyak dapat membuat pakaian cepat rusak.

3. Zoom foto produk sedekat mungkin

Menurut Kinsen Siu, kemampuan memperbesar foto adalah trik sederhana namun efektif. Brand yang percaya diri dengan kualitas produknya biasanya menyediakan foto detail. Perhatikan:

  • Kepadatan jahitan
  • Kerapian lubang kancing
  • Tekstur kain
  • Detail lapisan dalam
  • Kualitas kancing dan resleting

Jika foto pecah saat diperbesar atau hanya menampilkan pose penuh badan tanpa detail, Anda perlu lebih waspada.

4. Nilai jatuhnya kain pada model

Foto full body tetap berguna untuk melihat drape atau jatuhnya kain. Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah kain terlihat kaku atau mengalir?
  • Apakah pakaian mengikuti bentuk tubuh dengan baik?
  • Apakah model berpose untuk menyembunyikan bagian tertentu?

Kain berkualitas umumnya memiliki jatuh yang lebih natural dan tidak terlihat "menggantung aneh".

5. Lihat detail desain yang fungsional

Proses mengukur tubuh hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.  
[Dok/Pexels.com/cottonbro studio].
Proses mengukur tubuh hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. [Dok/Pexels.com/cottonbro studio].

Kualitas bukan hanya soal bahan, tetapi juga keputusan desain. Contoh detail yang sering menunjukkan perhatian lebih:

  • Karet pinggang belakang
  • Lapisan dalam yang nyaman
  • Saku yang benar-benar berfungsi
  • Jahitan penguat di area tarik
  • Kancing cadangan

Detail seperti ini membuat pakaian lebih nyaman dipakai dan cenderung lebih awet.

6. Harga bisa menjadi petunjuk, bukan jaminan

Baju sangat murah memang sering memakai bahan dan konstruksi yang lebih rendah. Namun, harga mahal juga tidak otomatis berarti berkualitas. Dr. Rachel menyebut industri fashion banyak bekerja dengan perceived value atau nilai yang dibentuk oleh merek dan pemasaran.

Kasus viral influencer Wisdom Kaye yang mengalami kancing lepas pada produk Miu Miu menjadi pengingat bahwa label mewah pun bisa memiliki masalah kualitas. Jadi, gunakan harga sebagai indikator awal, bukan keputusan akhir.

7. Periksa kebijakan retur sebelum checkout

Karena kualitas sulit dipastikan dari layar, kebijakan retur sangat penting. Cek hal berikut:

  • Apakah menerima retur karena berubah pikiran?
  • Berapa batas waktu retur?
  • Siapa yang menanggung ongkir?
  • Apakah ada biaya restocking?

Kinsen Siu menyarankan memperlakukan belanja online seperti membawa baju ke ruang fitting: beli, coba, lalu kembalikan jika tidak sesuai.

8. Cari tahu siapa di balik merek tersebut

Ilustrasi belanja online, online shopping. (Photo by Shutter Speed on Unsplash)
Ilustrasi belanja online, online shopping. (Photo by Shutter Speed on Unsplash)

Sebelum membeli dari brand yang belum dikenal, buka halaman About Us. Perhatikan:

  • Apakah ada nama pendiri?
  • Apakah ada cerita merek yang jelas?
  • Apakah mereka memiliki profil profesional yang bisa ditelusuri?

Brand tanpa identitas yang jelas lebih sulit dipercaya, terutama jika menjual produk dengan harga tinggi.

9. Bandingkan dengan baju yang sudah Anda miliki

Cara praktis lainnya adalah membandingkan detail produk dengan pakaian favorit Anda sendiri. Misalnya:

  • Berapa gram ketebalan kaus yang terasa nyaman?
  • Seperti apa jahitan yang awet?
  • Jenis kancing apa yang tidak mudah lepas?

Pengalaman pribadi sering menjadi standar kualitas yang paling akurat.

10. Pilih baju yang benar-benar akan dipakai

Ilustrasi belanja online. /Freepik-snowing.
Ilustrasi belanja online. /Freepik-snowing.

Ini mungkin nasihat paling penting. Kinsen Siu memberi contoh bahwa baju campuran polyester yang dipakai rutin selama bertahun-tahun bisa memiliki nilai guna lebih tinggi daripada kemeja linen 100 persen yang jarang dipakai karena malas menyetrika. Saat memilih, tanyakan:

  • Apakah saya akan memakainya minimal 20–30 kali?
  • Apakah perawatannya sesuai dengan rutinitas saya?
  • Apakah mudah dipadukan dengan pakaian lain?

Baju yang sering dipakai biasanya memberikan nilai terbaik, mengurangi pemborosan, dan lebih ramah lingkungan.

Pertanyaan Seputar Cara Mengenali Kualitas Bahan Baju Online

Bagaimana cara mengenali kualitas bahan baju saat beli online?

Anda bisa mengenali kualitas bahan baju saat beli online dengan memeriksa komposisi serat kain, meneliti detail foto produk seperti lubang kancing dan lapisan, serta memanfaatkan kebijakan pengembalian untuk pemeriksaan fisik.

Mengapa komposisi serat kain penting saat membeli pakaian daring?

Komposisi serat kain adalah salah satu indikator kualitas terbaik dan tercepat. Dr. Rachel Lamarche-Beauchesne menyarankan untuk selalu melihat kandungan serat karena bahan harus sesuai dengan tujuan pakaian, misalnya katun atau linen untuk pakaian kantor yang nyaman, atau poliester untuk pakaian olahraga yang tahan lama.

Apa yang harus diperhatikan dari foto produk saat belanja baju online?

Perhatikan apakah toko menyediakan foto close-up yang menunjukkan detail seperti lubang kancing dan lapisan dalam, atau memungkinkan Anda memperbesar gambar tanpa kehilangan detail. Jika hanya ada sedikit foto tanpa detail, ini bisa menjadi indikasi kualitas yang kurang memuaskan.

Bisakah kebijakan pengembalian membantu menilai kualitas pakaian?

Ya, Kinsen Siu menyarankan untuk membeli pakaian dengan niat mengembalikannya jika tidak puas. Memeriksa kebijakan pengembalian, lalu mencoba pakaian secara fisik, adalah cara tercepat untuk menentukan kualitas yang sebenarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.