Perluas Akses Kesempatan Kerja, PLN UIP JBT Bersama Disnaker KBB Hadirkan Job Fair Terpadu
Siti Fatimah July 31, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1) bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat dan PLN Enjiniring menyelenggarakan Job Fair Terpadu dan Edukasi Kerja Aman di Aula Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat pencari kerja dengan dunia usaha melalui penyediaan informasi lowongan kerja secara langsung.

Sebanyak 39 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri dari 28 perusahaan yang membuka kesempatan kerja di dalam negeri serta 11 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang menyediakan informasi peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi yang telah terverifikasi pemerintah.

Melalui kegiatan tersebut, para pencari kerja memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan perusahaan mengenai posisi yang tersedia, persyaratan, lokasi penempatan, tahapan seleksi, hingga dokumen yang perlu dipersiapkan.

Sejumlah perusahaan juga membuka layanan penerimaan berkas lamaran, konsultasi karier, wawancara, hingga seleksi awal sesuai kebutuhan masing-masing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat, Yoppi Indrawan Iskandar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Job Fair Terpadu merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan akses informasi ketenagakerjaan yang lebih dekat kepada masyarakat.

"Kami ingin masyarakat memperoleh informasi pekerjaan langsung dari perusahaan dan sumber yang resmi. Dengan demikian, para pencari kerja dapat memahami peluang yang tersedia, mempersiapkan persyaratan dengan baik, serta mengikuti proses rekrutmen secara aman dan transparan," ujar Yoppi.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari PLN sehingga kegiatan ini dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung Barat.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN UIP JBT melalui PLN UPP JBT 1 dan PLN Enjiniring atas dukungannya dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur juga dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui perluasan akses terhadap kesempatan kerja," tambahnya.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan selaras dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah proyek.

"PLN meyakini bahwa setiap pembangunan infrastruktur harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan para pelaku usaha, kami ingin menghadirkan manfaat yang nyata dengan membuka akses informasi dan kesempatan kerja yang lebih luas. Harapannya, masyarakat di sekitar proyek PLTA Upper Cisokan Pumped Storage dapat meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan tumbuh bersama pembangunan yang sedang berlangsung," kata Kishartanto.

Menurut Kishartanto, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan BUMN merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Keberhasilan pembangunan bukan hanya ditandai dengan beroperasinya infrastruktur, tetapi juga ketika masyarakat merasakan dampak positifnya. PLN akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap proyek yang kami bangun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," lanjut Kishartanto.

Sementara itu, Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

"Sebagai bagian dari pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal di masa depan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Job Fair ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata kami dalam memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha," jelas Budi.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi mengenai kerja aman, khususnya bagi masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri.

Dinas Tenaga Kerja mengingatkan agar seluruh proses dilakukan melalui perusahaan penempatan yang memiliki izin resmi, memahami isi perjanjian kerja, serta menghindari praktik perekrutan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Cipongkor, Pemerintah Kecamatan Rongga, serta Pemerintah Desa Sukaresmi turut mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat sehingga para pencari kerja dapat mempersiapkan dokumen lamaran sebelum mengikuti kegiatan.

Setelah pelaksanaan Job Fair, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat akan melakukan koordinasi dengan perusahaan peserta untuk memantau perkembangan proses rekrutmen para pelamar.

Langkah ini dilakukan agar kegiatan tidak berhenti pada penyampaian informasi semata, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut yang terukur bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan PLN, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam memperluas akses kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS).

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen PLN untuk terus menghadirkan pembangunan yang tidak hanya memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan keberlanjutan bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.