Soal Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Polisi Sebut Banyak Warga yang Enggan Berikan Informasi
Tiara Shelavie July 31, 2026 09:19 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pihak kepolisian masih terkendala dengan minimnya keterangan saksi soal tewasnya satpam Perum Jasa Tirta (PJT) II, Sumarna (42), yang ditemukan mengambang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terikat ke belakang.

Hari ini, Jumat (31/7/2026), jajaran Satreskrim Polres Purwakarta bersama Polda Jabar kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam mengatakan, olah TKP yang kedua ini dilakukan untuk memperkuat bukti.

Selain itu, pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa meninggalnya Sumarna untuk menyampaikan ke anggotanya.

Menurut Febri, proses penyelidikan selama ini masih tersendat karena sebagian warga merasa takut saat berhubungan dengan kepolisian.

“Pada saat itu saya juga mendapat informasi dari teman-teman kepolisian yang sebelumnya sudah coba ke TKP mencari informasi dari warga sekitar. Namun yang saya lihat masih ada beberapa masyarakat yang ketakutan memberikan informasi," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Kepada masyarakat, ia meminta tolong untuk memberikan keterangan kepada polisi, supaya kasus ini segera menemui titik terang.

"Bapak, Ibu, saya datang ke sini bukan hanya sebagai seorang polisi. Tapi sesama umat manusia yang punya kewajiban membantu sama umat manusia,"

"Apa yang Ibu dengar, apa yang Ibu lihat, apa yang Ibu ketahui, tolong disampaikan ke kami. Setidaknya bisa membantu keluarga korban cepat mendapatkan kepastian hukum," kata Febri.

Kematian Korban Tak Terekam CCTV

Kematian korban ini disebut tak terpantau CCTV dari PJT II.

Baca juga: Penjelasan PJT II soal Kematian Satpam Jatiluhur, Tak Terekam CCTV karena Posisinya Jauh

Dirut Perum Jasa Tirta II (PJT II), Imam Santoso pun memberikan penjelasan tentang rekaman CCTV tersebut.

Ia pun membantah bahwa Waduk Jatiluhur tidak memiliki sistem pengawasan CCTV.

Saat ini, terdapat 27 unit kamera pengawasan yang dipasang di sejumlah titik strategis objek vital Waduk Jatiluhur.

Meski begitu, lokasi ditemukannya korban berada di luar jangkauan kamera pengawas.

WADUK JATILUHUR- Seorang satpam PJT II ditemukan tewas terborgol di tepi Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Polisi lakukan autopsi, periksa 12 saksi, dan telusuri CCTV serta barang bukti termasuk ponsel korban. Hingga kini penyebab kematian belum terungkap, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap kasus.
WADUK JATILUHUR- Seorang satpam PJT II ditemukan tewas terborgol di tepi Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Polisi lakukan autopsi, periksa 12 saksi, dan telusuri CCTV serta barang bukti termasuk ponsel korban. Hingga kini penyebab kematian belum terungkap, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap kasus. (HO/IST)

"Kita telah memasang 27 kamera pengawas CCTV yang beroperasi merekam aktivitas di areal objek vital strategis waduk."

"Namun, lokasi kejadian berada di luar jangkauan pantauan kamera pengawas dengan jarak sekitar dua kilometer," ujar Imam, Kamis (30/7/2026).

Dengan adanya peristiwa ini, ujar Imam, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan.

Termasuk kemungkinan penambahan kamera pengawas di titik yang dianggap rawan.

Saat ini, pihak PJT II telah menyerahkan sejumlah rekaman CCTV untuk proses penyelidikan.

Viral Video Vandalisme

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan aksi dugaan vandalisme di sepanjang jalan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Vandalisme tersebut berupa coretan tak senonoh di Tanggul Ubrug, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur.

Lokasi vandalisme tersebut disebut berdekatan dengan lokasi ditemukannya Sumarna (43), petugas keamanan yang bekerja di Perum Jasa Tirta II (PJT II) dan ditemukan meninggal di tengah perairan.

Korban ditemukan mengambang dengan kondisi dua tangan terborgol ke belakang pada Jumat (24/7/2026) siang.

Dinarasikan, video tersebut merupakan status dari ponsel korban sebelum meninggal.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara pun mengatakan bahwa video tersebut bukanlah milik Sumarna.

Baca juga: Viral Video Vandalisme di Waduk Jatiluhur yang Diduga Rekaman dari HP Sumarna, Polisi: Itu Temannya

"Itu bukan status korban, melainkan milik rekannya," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia menuturkan, ponsel korban juga sudah diperiksa dan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman terkait kematian korban.

"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV di kawasan PJT II juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," kata Made.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Daenza Falevi)(Kompas.com, Muhamad Hidayat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.