Laporan Wartawan TribunMadura.com, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Kebakaran hebat melanda Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (31/7/2026) sore.
Sedikitnya lima rumah hangus rata dengan tanah, sementara uang tunai Rp52,5 juta, seekor sapi, dan lima kuintal pupuk ikut musnah dalam kobaran api.
Sebenarnya, total ada delapan bangunan yang terdampak.
Rinciannya, lima rumah hangus rata dengan tanah, dua rumah mengalami rusak ringan, dan satu musala terdampak di bagian atap.
Menurut Haplidah, salah seorang pemilik rumah, kebakaran berlangsung sangat cepat sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat kejadian, ia bersama kedua anaknya sedang berada di rumah orang tua yang lokasinya tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Awalnya, ia tak menaruh curiga saat melihat kepulan asap membubung tinggi karena dikira warga sedang membakar sampah.
Namun suasana seketika berubah mencekam ketika saudaranya berlari sambil berteriak kebakaran.
Haplidah pun bergegas kembali ke rumah.
Suami dan saudaranya bahkan nekat menembus kobaran api demi menyelamatkan uang tunai Rp52,5 juta dan barang berharga lainnya.
Baca juga: Kebakaran Pabrik Arang di Bondowoso, Damkar Habiskan 20 Tangki Air untuk Jinakkan Api
Nahas, api makin membesar.
Warga setempat terpaksa menarik suami dan adiknya keluar karena khawatir keselamatan jiwa mereka.
Dari seluruh harta benda yang dimiliki, hanya satu unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan.
"Tidak ada, tidak ada barang yang bisa ditolong (dievakuasi)," ujar Haplidah dengan nada lesu.
"Uang Rp50 juta itu rencananya mau dipakai untuk membuat rumah," lanjutnya sendu.
Tak sanggup melihat api melalap seluruh isi rumahnya, Haplidah pun pingsan di lokasi.
Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan, api merembet sangat cepat akibat embusan angin kencang di lokasi kejadian.
Baca juga: 11 Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Kediri, Damkar Ingatkan Warga Bahaya Api Saat Kemarau
"Saat kami tiba di lokasi, api masih besar karena bahan bakar (material mudah terbakar) masih banyak. Karena angin cukup kencang, petugas sigap melakukan pemadaman selama kurang lebih 1,5 jam," terang Vara Tedy.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sedangkan total kerugian material masih dalam proses penghitungan.
"Penyebab pasti kebakaran masih kami selidiki," pungkasnya.
Pantauan di lokasi usai pemadaman, Tim Pemadam Kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Pemerintah Desa/Kecamatan, serta warga sekitar tampak bahu-membahu melakukan evakuasi sisa-sisa barang yang masih bisa diselamatkan.