TRIBUNNEWS.COM - Paruh kedua MotoGP 2026 akan dimulai pekan depan di Sirkuit Silverstone dengan Marc Marquez kembali diperhitungkan sebagai kandidat juara dunia.
Situasi tersebut berbeda jauh dibanding awal musim ketika pembalap Ducati itu masih kesulitan menemukan performa terbaik akibat kondisi fisik dan proses adaptasi dengan motornya.
Perlahan tetapi pasti, Marquez mampu membalikkan keadaan dengan memangkas selisih poin secara signifikan hingga kini hanya terpaut 18 angka dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin.
Kebangkitan itu membuat kans Marquez kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia semakin terbuka memasuki paruh kedua.
Meski demikian, ujian pertama The Baby Alien bukan hanya persaingan dengan Jorge Martin dan para rival lainnya, melainkan catatan kurang meyakinkan di Sirkuit Silverstone.
Sejak naik ke kelas premier pada 2013, Marquez baru sekali meraih kemenangan saat masih membela Honda pada MotoGP 2014.
Baca juga: Marc Marquez Beri Penghormatan untuk Pecco Bagnaia, MM93: Rekan Setim yang Luar Biasa
Sebelum itu, pembalap asal Spanyol tersebut juga pernah naik podium tertinggi ketika masih tampil di kelas 125cc pada musim 2010.
Rekam jejak tersebut membuat Silverstone belum bisa disebut sebagai salah satu sirkuit paling bersahabat bagi Marquez.
Meski demikian, performanya bersama Ducati dalam dua musim terakhir tetap menunjukkan daya saing yang patut diperhitungkan.
Pengamat MotoGP, Topan Yuniarto, menilai statistik memang tidak berpihak kepada Marquez di Silverstone.
Akan tetapi bukan berarti peluang pembalap Spanyol itu untuk meraih hasil besar ikut mengecil.
"Secara statistik memang Silverstone bukan trek terbaik Marc Marquez," ujar Topan Yuniarto ketika dihubungi Tribunnews, Jumat (31/7/2026).
Marquez tetap mampu menunjukkan daya saing sejak membela Ducati karena selalu mampu finis di kelompok depan saat balapan di Silverstone.
"Tahun 2024 ia finis keempat bersama Gresini Ducati," kata Topan.
"Tahun 2025 ia finis ketiga setelah balapan sempat dihentikan red flag akibat kecelakaannya di start pertama," lanjutnya.
Menurut Topan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa Marquez tetap mampu memaksimalkan peluang meski belum bisa mendominasi jalannya balapan seperti yang diperlihatkannya di Sachsenring maupun Aragon.
"Marc memang mampu kompetitif, tetapi belum mampu mendominasi seperti di Sachsenring atau Aragon," ujar Topan.
"Namun yang membuat Marc tetap berbahaya adalah kemampuannya memaksimalkan hasil ketika motor tidak benar-benar unggul," tambahnya.
Di tengah persiapan menghadapi seri Silverstone, Marquez memanfaatkan jeda musim panas dengan berlibur bersama kekasih dan teman-temannya.
Marquez mengaku, liburan singkat menjadi kesempatan penting untuk mengisi ulang energi sebelum menghadapi kalender balap yang akan menentukan perebutan gelar.
"Sekarang waktunya beristirahat sebentar dan melihat apakah kami bisa memulai paruh kedua musim dengan penuh semangat dan, yang terpenting, dengan energi," kata Marquez, dikutip dari Crash.
Pernyataan tersebut menegaskan tekad Marquez untuk menjalani sisa musim dengan motivasi penuh demi menjaga peluang merebut gelar juara dunia.
Topan menilai posisi Marquez saat ini juga jauh lebih menguntungkan dibanding beberapa seri sebelumnya karena kini hanya terpaut tipis di klasemen.
"Saat ini ia berada di posisi ketiga klasemen dengan 190 poin, hanya terpaut 18 poin dari Jorge Martin dan empat poin dari Bezzecchi, serta sudah mencatat tiga kemenangan musim ini," ujar Topan.
Target utama Marquez di Silverstone tidak harus mengejar kemenangan mutlak karena finis di depan Martin sudah cukup untuk memangkas jarak poin secara signifikan.
"Kalau melihat situasi klasemen, Marc tidak harus menang, finis di depan Martin sudah cukup untuk memangkas gap poin."
"Sehingga Silverstone akan lebih menjadi soal konsistensi dibanding mengejar kemenangan mutlak," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Niken)