Jakarta (ANTARA) - Busana-busana berbahan kain batik dengan pewarna alami dari daerah Jombang, Jawa Timur, dipamerkan dalam gelaran mode BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Internasional Convention Center pada Jumat (31/7).

Koleksi busana "Akasa Dharani" rancangan desainer Lia Afif yang ditampilkan dalam peragaan busana bertajuk "Luminara" di panggung BTN IFW 2026 mencakup satu busana pria dan 11 busana wanita.

Busana yang ditampilkan terdiri atas gaun, luaran panjang, dan atasan jas berbahan batik Jombang dengan warna seperti navy blue, ice blue, yellow lime, krem, dan hijau zaitun.

Lia mengatakan bahwa koleksi busana rancangannya menunjukkan harmonisasi langit dan bumi.

"Di koleksi ini saya menggunakan siluet, ada kebanyakan siluet A dan I, menggunakan warna-warna yang filosofis tadi," katanya.

Busana rancangan desainer Lia Afif ditampilkan dalam gelaran mode BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Busana-busana rancangan Lia dibuat dari kain batik dengan proses pewarnaan menggunakan bahan alami, yang pengerjaannya membutuhkan waktu lebih lama.

"Satu batik bisa satu bulan lebih ya, dan ini adalah ciri khas dari batik Jombang," katanya.​​​​​​​

Lia berharap koleksi busana batik Jombang rancangannya bisa meningkatkan minat orang pada batik.

"Dan diharapkan dengan koleksi baru yang saya tampilkan menambahkan minat bagi para kecintaan fesyen dengan batik-batik," katanya.

Busana rancangan desainer Lia Afif ditampilkan dalam gelaran mode BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bertajuk "Ulos Simetria" di Jakarta International Convention Center pada Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Lia Afif menampilkan koleksi busana ​​​​​​​"Akasa Dharani" bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang di panggung IFW 2026.​​​​​​​

IFW 2026 digelar di Jakarta Internasional Convention Center dari 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Acara mode yang diinisiasi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu mengangkat tema "Ulos Simetria."