SRIPOKU.COM,PALEMBANG – Di tengah gelombang isu negatif yang menimpa pedagang pempek tumpah di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, terungkap sosok pencetus nama kuliner khas yang kini viral tersebut.
Dialah Emak Donna, salah seorang pedagang senior yang telah berjualan di kawasan Pasar 16 Ilir sejak belasan tahun lalu.
Emak Donna menceritakan, istilah "pempek tumpah" berawal dari inovasi cara penyajiannya pada tahun 2012 silam.
Sebelum memiliki lapak menetap, ia menjajakan pempek dengan cara berkeliling membawa keranjang.
Seiring bertambahnya pelanggan, ia memutuskan menetap di satu titik dan memutar otak untuk menyajikan pempek secara praktis dan cepat.
"Dulu tahun 2012 saya keliling, lalu memutuskan menetap. Karena pembeli ramai dan pempek selalu habis, saya terpikir menumpahkan berbagai jenis pempek hangat ke atas alas daun pisang. Pembeli tinggal bebas memilih pempek yang diinginkan. Dari situ istilah pempek tumpah mulai dikenal," ujar Emak Donna kepada Sripoku.com saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7/2026).
Merespons maraknya komentar negatif di media sosial yang menuding pempek tumpah berbau, berlendir, dan tidak higienis, Emak Donna mengaku prihatin dan tidak terima.
Menurutnya, tuduhan menggeneralisasi tersebut berdampak besar pada keberlangsungan hidup para pedagang yang bergantung pada usaha ini.
"Tidak semua pedagang seperti itu. Kami menyajikan pempek dalam kondisi hangat. Tolong jangan mematikan rezeki orang, karena banyak pedagang di sini yang menafkahi anak dan keluarga," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa para pedagang tetap berupaya menjaga kebersihan dagangan, salah satunya dengan menutup hamparan pempek menggunakan plastik transparan agar terhindar dari lalat.
Meskipun diterpa isu miring, Emak Donna menyebutkan bahwa aktivitas penjualan masih tetap berjalan.
Ia berharap masyarakat dan wisatawan tetap mendukung keberadaan pempek tumpah sebagai salah satu identitas sekaligus destinasi wisata kuliner khas Kota Palembang.