TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Supergrup rock Wongalas merilis album perdana bertajuk Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat yang berisi 13 lagu.
Album tersebut menjadi wadah bagi para personelnya untuk menyuarakan semangat perjuangan, cinta Tanah Air, hingga kritik sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Vokalis Wongalas, Yudith, mengatakan musik yang mereka hadirkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan suara masyarakat yang selama ini jarang mendapat perhatian.
"Musik bagi kami bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk berbicara mewakili suara yang selama ini sering tidak didengar. Album ini milik siapa saja yang merasa berjuang, berbagi, dan saling menguatkan," kata Yudith di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Wongalas terbentuk pada 2018 setelah para personelnya kembali dipertemukan usai berpisah selama puluhan tahun.
Baca juga: Band Rock The Brandals Ikut Peringati Hari Buruh Depan Gedung DPR, Singgung Soal Nasib Pekerja Seni
Dari proses kreatif yang dilakukan di kawasan Puncak, Jawa Barat, lahirlah 13 lagu yang kini menghiasi album perdana mereka.
Perjalanan Wongalas menuju perilisan album penuh tidak berjalan mulus.
Setelah merilis single pada 2018 dan menjalani tur Jawa-Bali pada 2019, pandemi Covid-19 serta pergantian personel membuat proyek tersebut sempat tertunda.
"Sebenarnya 2018 kita keluar single, lalu 2019 tur Jawa-Bali. Kemudian pandemi datang dan personel juga banyak yang keluar. Sampai akhirnya kami bertemu Atenk dan Firdy, lalu bisa merilis album ini," ujar Yudith.
Lewat album tersebut, Wongalas mengangkat beragam tema, mulai dari semangat pergerakan anak muda, kecintaan terhadap alam dan tanah air, hingga kritik sosial.
Yudith berharap pesan yang disampaikan dalam lagu-lagu mereka dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan bangsanya.
"Karya Wongalas memiliki unsur youth movement, cinta tanah air, cinta alam, dan kritik sosial. Kami ingin Gen Z lebih mencintai tanah air," tuturnya.
Selain tema yang diusung, penggunaan ejaan lama pada judul album juga memiliki makna tersendiri.
Menurut Yudith, hal itu menjadi simbol bahwa para personel Wongalas merupakan musisi yang telah lama berkarya di industri musik.
"Itu menandakan kami orang lama. Kami dari rakyat, kembali ke rakyat, memberikan karya untuk rakyat dan mudah-mudahan diterima oleh rakyat," pungkasnya.
Album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat menjadi penanda kembalinya Wongalas dengan formasi Yudith (vokal), Opick (gitar), Atenk (bass), dan Firdy (drum), sekaligus membawa semangat menghadirkan musik yang lahir dari rakyat dan ditujukan untuk rakyat.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)