GKSI Jatim Dorong Pemerintah Jaga Kualitas Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis
Rendy Nicko Ramandha August 01, 2026 12:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur meminta pemerintah menjadikan kualitas susu sebagai prioritas utama dalam pengadaan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurut para pelaku koperasi, orientasi terhadap harga murah tidak boleh mengorbankan kualitas gizi yang akan diterima anak-anak Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Launching Penguatan Koperasi Susu bagi Kedaulatan Gizi Nasional di Joglo KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (30/7/2026) sore 

Kegiatan itu dihadiri jajaran Kementerian Koperasi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, pengurus koperasi susu, akademisi, serta ratusan peternak sapi perah.

Baca juga: Warga Beji Minta Program UHC di Kabupaten Pasuruan Tetap Dipertahankan

Ketua GKSI Jawa Timur Nur Kayin mengatakan, koperasi susu mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis. 

Namun, pemerintah diminta tidak hanya menjadikan harga sebagai pertimbangan utama dalam pengadaan susu.

Menurutnya, susu yang diproduksi koperasi merupakan susu murni yang mengedepankan kualitas dan keamanan pangan sehingga layak menjadi bagian dari program pemenuhan gizi nasional.

“Kalau orientasinya hanya harga, bagaimana mungkin menghasilkan susu yang berkualitas. Kami menjual susu murni, bukan air atau bahan pengawet. Kalau berbicara gizi anak bangsa, kualitas tidak boleh ditawar,” ujarnya.

Nur Kayin menjelaskan, Jawa Timur hingga kini masih menjadi sentra produksi susu terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total produksi nasional. 

Di balik besarnya produksi tersebut, peternak masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), ancaman brucellosis, hingga fluktuasi harga yang memengaruhi keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Ketua KUTT Suka Makmur Grati Evi Zainal Abidin mengatakan, koperasi yang dipimpinnya telah memproduksi susu pasteurisasi dengan standar keamanan pangan yang terjamin.

Ia menyebut, produk yang dihasilkan telah melalui pendampingan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta mengantongi sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

“Produk susu pasteurisasi kami tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi karena telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM. Koperasi yang sudah memiliki sertifikat CPPOB sangat layak mendukung kebutuhan susu masyarakat maupun Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.

Dukungan terhadap penguatan koperasi juga disampaikan Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono. 

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong modernisasi koperasi melalui peningkatan fasilitas produksi, penguatan rantai dingin (cold chain), hingga sistem distribusi agar mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan.

Baca juga: Buka MPLS, Mas Rusdi Ajak Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pasuruan Disiplin Demi Masa Depan

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi sekaligus pemasok kebutuhan pangan nasional.

“Kami ingin koperasi semakin modern sehingga mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan. Dengan begitu kesejahteraan peternak meningkat dan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori mengatakan, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil susu nasional. 

Karena itu, pemerintah daerah berharap koperasi susu mampu mengambil peran strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi susu di Kabupaten Pasuruan.

“Kami berharap koperasi susu di Kabupaten Pasuruan semakin berkembang dan mampu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara KUTT Suka Makmur dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang serta Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). 

Selain itu, BPOM menyerahkan sertifikat CPPOB kepada KUTT Suka Makmur sebagai bentuk pengakuan terhadap penerapan standar keamanan pangan dalam proses produksi susu pasteurisasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran penguatan koperasi susu, peninjauan produk koperasi dan UMKM, serta kunjungan ke peternakan sapi perah milik KUTT Suka Makmur.

Di akhir kegiatan, GKSI Jawa Timur kembali mendorong pemerintah menghadirkan regulasi yang berpihak kepada peternak dan koperasi susu. 

Penataan tata niaga persusuan nasional dinilai menjadi langkah penting agar peternak memperoleh kepastian usaha sekaligus mampu meningkatkan produksi susu berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.