Kalau sudah melaksanakan MPLS artinya SR tersebut sudah mampu melaksanakan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan dasar bagi siswa untuk belajar dan tinggal di asrama
Makassar (ANTARA) - Sebanyak empat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di empat daerah Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak pada Jumat.
Setiap SRT tersebut menerima peserta didik baru sebanyak 270 orang dengan masing-masing jenjang SD, SMP dan SMA sebanyak 90 orang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Malik Faisal menyebut pelaksanaan MPLS di empat sekolah pada empat daerah ini menandakan seluruh infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana telah dipenuhi untuk menerima para peserta didik baru tahun ajaran 2026-2027, apalagi dengan sistem asrama.
"Kalau sudah melaksanakan MPLS artinya SR tersebut sudah mampu melaksanakan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan dasar bagi siswa untuk belajar dan tinggal di asrama," ujarnya.
Adapun aktivitas pada hari pertama MPLS SRT yakni registrasi ulang, pemeriksaan kesehatan, pembagian kebutuhan siswa, dan pengaturan akomodasi untuk menginap di asrama.
Menurut Malik, Sekolah Rakyat hadir untuk menekan kemiskinan. Sekolah tersebut ada untuk memberikan pendidikan lebih baik bagi masyarakat pra sejahtera atau pada anak-anak dari keluarga tidak mampu, karena itu diperlukan pendampingan dan bimbingan dari petugas sekolah dengan baik dan sabar.
"Mereka anak-anak Istimewa, setelah masuk SR, mereka mendapatkan suasana dan lingkungan yang sangat berbeda dengan lingkungan rumahnya, sehingga petugas harus lebih baik dan sabar," ujarnya.
Sementara Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang turut hadir pada MPLS SRT di Barru menyebut bahwa pemerintah selalu hadir secara utuh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Bukan hanya melalui Sekolah Rakyat yang dipersiapkan untuk memutus mata rantai kemiskinan, namun juga pemerintah menyiapkan program bedah rumah bagi orang tua agar tempat tinggal mereka lebih layak dan sehat.
"Jadi selain anaknya diterima di Sekolah Rakyat, juga diperbaiki rumahnya lewat program bedah rumah. Jadi rumah juga dibenahi dan diperbaiki untuk menjadi rumah yang layak untuk mereka. Program ini tepat sasaran tentunya untuk mengurangi kemiskinan," ucap Ina.
Saat ini terdapat sembilan Sekolah Rakyat yang juga tersebar di sembilan daerah se-Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Sidrap, Soppeng, Wajo, Tana Toraja, Barru, Bone, Takalar, Sinjai dan Kota Makassar.
Sebelumnya, MPLS Sekolah Rakyat juga telah digelar pada sejumlah daerah, seperti di Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Soppeng, dan Sinjai.





