Lewat Festival Pangan Lokal, Petani Manggarai Timur Rawat Pesan "Neka Hemong Hang Dite"
Cristin Adal August 01, 2026 04:47 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Petani di Kabupaten Manggarai Timur kembali memperkenalkan kekayaan pangan lokal melalui Festival Pangan Lokal bertajuk "Neka Hemong Hang Dite" atau jangan lupa makanan kita yang digelar di pelataran Kantor Camat Borong, Jumat (31/7/2026).

Festival yang diselenggarakan Lembaga Asosiasi Pendamping Perempuan Pelaku Usaha Kecil Mikro (ASSPUK) melalui Program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (FEAST) tersebut menjadi ruang bagi petani untuk memperkenalkan hasil pertanian, produk olahan pangan lokal, sekaligus mendorong masyarakat kembali memanfaatkan pangan khas daerah.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur. Turut hadir Sekretaris Daerah Manggarai Timur Winsensius Tala, Direktur ASSPUK Emmy Astuti, pimpinan perangkat daerah, Camat Borong, Kepala BPOM Labuan Bajo, serta sejumlah undangan lainnya.

Festival Pangan Lokal ini melibatkan 50 peserta dampingan Program FEAST yang berasal dari lima wilayah, yakni Desa Nanga Labang, Desa Bangka Kantar, Desa Gurung Liwut, Desa Bamo, dan Kelurahan Watu Nggene.

Baca juga: Puluhan Petani di Manggarai Timur NTT Promosi Pangan Lokal

Melalui festival tersebut, para petani menampilkan berbagai produk pangan lokal, hasil pertanian, serta olahan makanan yang dikembangkan selama mengikuti pendampingan program FEAST.

Direktur ASSPUK Emmy Astuti mengatakan Festival Pangan Lokal digelar untuk mempromosikan kembali pangan lokal yang dihasilkan kelompok tani dampingan agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

Menurut Emmy, Flores dan Nusa Tenggara Timur memiliki beragam sumber pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Namun, sejumlah pangan tersebut mulai kurang diminati masyarakat karena perubahan pola konsumsi.

"Padahal pangan lokal ini memiliki nilai gizi yang tinggi, mendukung percepatan penurunan stunting, serta memiliki nilai ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM," kata Emmy.

Ia menjelaskan, melalui Program FEAST, ASSPUK bersama DBS Foundation dan Humanis memberikan pendampingan kepada petani di delapan kabupaten di Pulau Flores sejak 2025.

Baca juga: Seminar Pangan Lokal Upaya Mendokumentasikan Mempromosikan dan Melestarikan

Program tersebut bertujuan mendorong praktek pertanian berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta meningkatkan kualitas gizi keluarga petani melalui pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur mengapresiasi pendampingan yang diberikan ASSPUK bersama para mitra kepada petani di Manggarai Timur.

Menurut Tarsisius, ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kemampuan masyarakat mendapatkan pangan yang bergizi, aman, beragam, terjangkau, dan sesuai dengan budaya lokal.

"Kabupaten Manggarai Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Kita memiliki berbagai komoditas pangan lokal seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, talas, pisang, kacang-kacangan, sorgum, aneka sayuran, buah-buahan lokal, hasil peternakan, serta hasil perikanan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," ujar Tarsisius.

Ia mengatakan pembangunan ketahanan pangan harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, ketika keluarga mampu memanfaatkan pekarangan, mengembangkan kebun pangan, mengolah hasil pertanian lokal, dan mengonsumsi pangan yang beragam, maka fondasi ketahanan pangan daerah telah dibangun.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Festival Pangan Lokal bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai gerakan bersama untuk terus menjaga dan memanfaatkan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui Festival Pangan Lokal ini, mari kita jadikan pangan lokal sebagai kekuatan bersama untuk mewujudkan masyarakat Manggarai Timur yang sehat dan mandiri," ujarnya.

Selain pameran pangan lokal, festival tersebut juga menghadirkan edukasi mengenai keamanan pangan, pengolahan pangan sehat, pemasaran produk, legalitas usaha, serta demonstrasi pengolahan makanan berbahan pangan lokal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.