Menghapus Stigma, Menghadirkan Harapan Baru bagi Anak-anak NTT dengan Bibir Sumbing di RSUP Ben Mboi
Cristin Adal August 01, 2026 04:47 AM

 

 

Oleh: dr. Charlie Cleary C C B dan dr. Williams Imanuel M, M.Ked. Klin, Sp. B.P.R.E (RSUP dr. Ben Mboi Kupang, Jl. Viquam Kel. Manulai II Kec. Alak - Kota Kupang)

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Senyum seorang anak seharusnya tidak terhalang oleh stigma. Namun, bagi sebagian anak yang lahir dengan bibir sumbing, tantangan yang dihadapi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga pandangan keliru masyarakat yang kerap melahirkan rasa malu dan diskriminasi.

Padahal, dengan penanganan yang tepat sejak dini, anak-anak dengan bibir sumbing dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Kini, harapan itu hadir lebih dekat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui layanan bedah plastik rekonstruksi di RSUP dr. Ben Mboi Kupang.

Dalam upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenai kelainan bawaan lahir, penting untuk dipahami bahwa bibir sumbing bukanlah sebuah kondisi tunggal yang seragam. 

Setiap bayi yang lahir dengan celah pada bibir atau langit-langit memiliki variasi kondisi yang berbeda-beda. Pemahaman secara spesifik terhadap tipe kelainan yang dialami oleh buah hati merupakan langkah awal yang sangat penting bagi orang tua dalam menentukan arah penanganan medis selanjutnya.

Baca juga: RSUP dr. Ben Mboi Kupang Hadirkan Layanan Medical Check Up Terlengkap dan Modern

Di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, kami sering bertemu dengan orang tua yang merasa bingung karena bentuk sumbing pada anak mereka berbeda dengan anak lainnya yang pernah mereka lihat. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, kami bermaksud membedah secara spesifik kategori medis dari kondisi ini dan bagaimana alur penanganan yang tepat.

Mengenal Kategori Tipe Bibir Sumbing

Secara garis besar dalam bidang bedah plastik rekonstruksi dan estetik, kelainan ini dibagi berdasarkan lokasi dan tingkat keparahannya. Pemahaman ini membantu dokter dalam merancang strategi rekonstruksi yang paling tepat.

Sumbing Bibir Unilateral (Celah Satu Sisi)

Kondisi di mana celah hanya terjadi pada satu sisi bibir, bisa di sebelah kiri maupun kanan. Celah ini dapat berupa robekan kecil di area merah bibir (inkomplit), ataupun memanjang hingga mencapai dasar lubang hidung (komplit).

Baca juga: Operasi Sumbing Gratis di RS St Elisabeth Lela, Gandeng Dokter Bedah Plastik Kupang–Semarang

Sumbing Bibir Bilateral (Celah Dua Sisi)

 Pada tipe ini, celah terbentuk di kedua sisi bibir. Akibat terpisahnya kedua sisi ini, bagian tengah bibir dan gusi atas (premaxilla) sering kali menonjol ke depan.

Sumbing Langit-langit (Cleft Palate)

Kelainan ini sering tersembunyi karena berada di dalam rongga mulut. Celah terjadi pada atap mulut (langit-langit keras maupun lunak), sehingga rongga hidung dan rongga mulut tidak memiliki sekat pembatas yang utuh. Bayi dengan sumbing langit-langit berisiko kehilangan kemampuan menyedot di mulut, sehingga kesulitan meminum ASI dan rentan tersedak yang dapat memicu infeksi paru-paru.

Sumbing Komplit

Merupakan kombinasi dari berbagai tipe di atas, di mana celah memanjang tak terputus dari bibir luar, menembus gusi, hingga membelah seluruh langit-langit mulut.

ILUSTRASI- Kategori Tipe Bibir Sumbing dan Langit-langit. Mengetahui tipe celah secara dini sangat penting untuk merencanakan tahapan operasi yang tepat.
ILUSTRASI- Kategori Tipe Bibir Sumbing dan Langit-langit. Mengetahui tipe celah secara dini sangat penting untuk merencanakan tahapan operasi yang tepat. (TRIBUNFLORES.COM)

 

Tahapan Penanganan yang Menyeluruh

Menghadapi berbagai tipe sumbing tersebut, penanganannya tidak dapat dilakukan secara instan. Proses ini merupakan rangkaian panjang yang melibatkan kolaborasi multidisiplin antara dokter spesialis anak, dokter spesialis bedah plastik, ahli gizi, dokter gigi, dan tentunya dedikasi orang tua.

Berikut adalah tahapan yang diterapkan:

1. Pengelolaan Asupan Gizi (Usia 0-3 Bulan)

Tantangan utama, terutama pada tipe sumbing langit-langit, adalah menjaga agar bayi tetap hidup dan berat badannya bertambah. Bayi dianjurkan menggunakan botol dengan dot khusus atau menggunakan sendok dan pipet dalam posisi tegak saat minum. Tujuannya adalah mencegah susu keluar dari hidung dan meningkatkan berat badan bayi sehingga memenuhi syarat untuk operasi.

2. Operasi Rekonstruksi Bibir / Cheiloplasty (Usia 3-6 Bulan)

Untuk pasien dengan celah bibir, operasi dilakukan pada rentang usia 3-6 bulan setelah bayi memenuhi "Rule of Tens": berat badan minimal 5 kg, kadar hemoglobin minimal 10 g/dL, dan usia minimal 10 minggu. Operasi bedah plastik ini tidak hanya menjahit, tetapi juga membedah, menyatukan, dan merekonstruksi struktur anatomi (otot bibir bayi) agar dapat menghisap dengan lebih baik dan memberikan hasil estetika yang optimal.

3. Operasi Langit-langit / Palatoplasty (Usia 9-18 Bulan)

Jika bayi memiliki celah langit-langit, operasi (palatoplasty) dijadwalkan pada usia 9-18 bulan. Hal ini dilakukan ketika jaringan cukup siap dan harus dilakukan sebelum bayi mulai belajar berbicara secara aktif, agar otot-otot di sekitar langit-langit dapat berfungsi secara normal dalam memproduksi suara dan mencegah suara sengau.

Harapan Baru dari RSUP dr. Ben Mboi Kupang

Kami menyadari bahwa setiap fase dari penanganan ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Namun, masyarakat saat ini tidak lagi perlu pasrah, menunggu bakti sosial (baksos), atau menanggung biaya besar untuk rujukan ke Bali atau Jawa. Saat ini, RSUP dr. Ben Mboi Kupang telah didukung oleh spesialis bedah plastik dan rekonstruksi estetik, serta fasilitas ruang operasi modern untuk menangani semua tipe bibir sumbing tersebut.

Membekali diri dengan pengetahuan seputar tipe celah bibir adalah kunci utama penanganan. Jangan biarkan stigma dan rasa malu membuat anak-anak kita terus bersembunyi. Rangkul mereka, penuhi asupan gizinya, dan melangkahlah ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung berkonsultasi ke RSUP dr. Ben Mboi. Mari kembalikan senyum mereka, karena satu senyum berarti sejuta harapan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.