Hasil Sidak Satgas Pangan Kaltim di Balikpapan, Harga Beras, Minyak Hingga Ikan Mulai Melonjak Naik
Christoper Desmawangga August 01, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Satgas Pengawasan Pangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Baru dan Pasar Klandasan, Balikpapan, Jumat (31/7/2026), untuk memastikan ketersediaan pasokan, mutu, keamanan, serta keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat.

Sidak tersebut melibatkan Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), serta Perum Bulog Wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Provinsi Kalimantan Timur, Wahidin Alaudin, melalui perwakilan DKP3 Provinsi Kaltim, Nurlaila, mengatakan pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dalam jumlah yang cukup, aman dikonsumsi, dan harganya tetap terjangkau.

Baca juga: Harga Beras, Minyak Goreng, dan Daging Sapi Naik, Satgas Pangan Kaltim Sidak Dua Pasar di Balikpapan

"Hasil pemantauan hari ini menunjukkan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun, ada pula sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan," kata Nurlaila.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, cabai, telur, daging sapi segar, serta beberapa jenis ikan seperti tongkol, layang, dan gembung.

Sementara itu, harga bawang merah, bawang putih, tomat, dan ayam segar tercatat mengalami penurunan.

Menurut Nurlaila, hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menyusun langkah-langkah pengendalian harga pangan.

Baca juga: Hetifah Sjaifudian Desak Penguatan Satgas Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan di Kaltim

Sementara itu, perwakilan DKP3 Kota Balikpapan, Yuliana, menjelaskan harga beras naik rata-rata Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

Minyak goreng mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter, sedangkan daging sapi segar naik sekitar Rp5.000 per kilogram.

Ia mengatakan kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya berkurangnya pasokan, meningkatnya biaya transportasi, serta kenaikan biaya kemasan pada beberapa produk pangan.

Untuk komoditas perikanan, Yuliana menjelaskan kenaikan harga ikan tongkol, layang, dan gembung dipicu menurunnya hasil tangkapan nelayan akibat kondisi cuaca.

Baca juga: Satgas TMMD Kodim 0904/Paser Gelar Penyuluhan Pertanian, Fokus Peningkatan Kapasitas Petani Desa Biu

"Pasokan ikan berkurang karena cuaca. Saat ini masih memasuki musim selatan yang diperkirakan berlangsung hingga September atau Oktober. Kondisi tersebut menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun sehingga berdampak pada kenaikan harga ikan di pasar," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.