Panduan urutan Tawasul Sebelum Membaca Yasin dan Tahlil Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Muhamad Ridlo August 01, 2026 08:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Membaca Surat Yasin dan tahlil telah menjadi tradisi yang mengakar kuat dalam kehidupan umat Islam di Indonesia, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Sebelum memasuki rangkaian bacaan tersebut, terdapat satu amalan penting yang tidak boleh terlewatkan, yaitu tawasul. Urutan tawasul sebelum membaca yasin dan tahlil menjadi prosesi penting yang menunjukkan kepada siapa pahala bacaan mulia tersebut ditujukan.

Tawasul sendiri secara bahasa berarti mendekatkan diri, sedangkan secara istilah adalah wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. " Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.." (QS. Al-Ma'idah: 35).

Dalil tentang dibolehkannya berdoa melalui perantara nabi dan orang-orang saleh juga disebutkan dalam Surat An-Nisa ayat 64: ".. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU: Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar menerangkan bahwa membaca Al-Qur'an, termasuk Surat Yasin, baik berdoa sebelum maupun sesudah membacanya bagi orang yang meninggal, pahala bacaannya tetap akan sampai, sebagaimana pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah panduan urutan tawasul sebelum membaca Yasin dan Tahlil, serta bacaan lengkapnya.

Urutan Bacaan Tawasul Lengkap sebelum Yasin dan Tahlil

Sebelum memasuki bacaan tahlil, biasanya diawali dengan silsilah tawasul sebagai berikut:

1. Tawasul dan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW

Bacaan pertama ditujukan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, istri, anak, dan keturunannya.

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:

Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami."

2. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Sahabat, Wali, dan Ulama

Selanjutnya, Al-Fatihah dihadiahkan kepada para nabi dan rasul, para wali Allah, syuhada, orang-orang saleh, para sahabat Nabi, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penyusun kitab, dan malaikat muqarrabin.

Arab: ثُمَّ اِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِللِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ

Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn.

Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

3. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur

Arab: ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا

Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā.

Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

4. Tawasul Khusus kepada Orang Tua, Guru, dan Keluarga

Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ

Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi.

Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."

Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan dengan lafaz:

Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)

Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)

Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."

Kemudian ditutup dengan:

Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah.

Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.

 

Doa Penutup Setelah Membaca Yasin dan Tahlil

Setelah menyelesaikan rangkaian bacaan Surat Yasin dan tahlil, dianjurkan untuk membaca doa penutup sebagai berikut:

Arab: اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْننَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه.

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ...

Latin: A'ūdzubillāhi minasy-syaithānir-rajīm. Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn, hamdasy-syākirīn, hamdan nā'imīn, hamdan yuwāfī ni'amah wa yukāfi-u mazīdah, yā rabbanā lakal-hamdu kamā yanbaghī lijalāli wajhika wa 'azhīmi sulthānika.

Allāhumma shalli wa sallim 'alā sayyidinā Muhammad wa 'alā āli sayyidinā Muhammad.

Allāhumma taqabbal wa awshil tsawāba mā qara'nāhu minal-qur'ānil-'azhīmi wa mā hallalnā wa mā sabbaḫnā wa mā istaghfarnā wa mā shallaynā 'alā sayyidinā Muhammadin shallallāhu 'alayhi wasallama hadiyyatan wāshilatan wa raḫmatan nāzilatan wa barakatan syāmilatan ilā hadrati ḥabībinā wa syafī'inā wa qurrati a'yuninā sayyidinā wa maulānā Muhammadin shallallāhu 'alayhi wasallama wa ilā jamī'i ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-mujāhidīna fī sabīlillāhi rabbil-'ālamīna wal-malā'ikatil-muqarrabīna, khushūshan ilā sayyidinā syaikh 'Abdil Qādir al-Jailāni, tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā, wa nakhushshu khushūshan manijtama'nā hāhunā bisababihi wa li ajlihi.

Allāhumma-ghfir lahum warhamhum...

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, pujian orang-orang yang bersyukur, pujian orang-orang yang mensyukuri nikmat, pujian yang sebanding dengan nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana layaknya bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala apa yang telah kami baca dari Al-Qur'an yang agung, apa yang kami tahlilkan, apa yang kami tasbihkan, apa yang kami istigfarkan, dan apa yang kami shalawatkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai hadiah yang sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang melimpah, kepada kekasih kami, pemberi syafaat kami, dan penyejuk mata kami, junjungan dan pemimpin kami Muhammad SAW, dan kepada semua saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua mujahid di jalan Allah, Tuhan semesta alam, dan malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah), khususnya kepada junjungan kami Syekh Abdul Qadir al-Jailani, kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, dan secara khusus kepada mereka yang menjadi sebab kami berkumpul di sini.

Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka..."

Hikmah Melaksanakan Tawasul sebelum Membaca Yasin dan Tahlil

1. Menjalin silaturahim yang melampaui batas kematian

Mengirimkan doa dan pahala bacaan untuk ahli kubur merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita, sekaligus menjaga hubungan batin dengan orang tua, guru, dan keluarga yang telah wafat.

2. Meringankan beban mayit di alam kubur

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki pekuburan, lalu membaca Surat Yasin, Allah akan meringankan siksa bagi penghuni kubur dan bagi yang membaca mendapat pahala kebaikan-kebaikan sejumlah penghuni kubur tersebut" (HR. Abdul Aziz).

3. Mengamalkan ajaran untuk saling mendoakan

Islam mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ini merupakan wujud kepedulian dan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas kematian.

4. Mendidik kesadaran akan kematian

Melalui amalan tawasul dan tahlil, seseorang diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga termotivasi untuk mempersiapkan bekal amal saleh semasa hidup.

5. Mendapatkan pahala bagi yang membacanya

Membaca Al-Qur'an—termasuk Surat Yasin—adalah ibadah yang mendatangkan pahala bagi yang membacanya. Pahala tersebut tetap diperoleh oleh pembaca, sementara mayit mendapatkan manfaat dari doa dan keberkahan yang menyertainya.

Pertanyaan Seputar Tawasul Sebelum Membaca Yasin

1. Apa itu tawasul dan mengapa harus dilakukan sebelum membaca Yasin dan tahlil?

Tawasul adalah wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.Tawasul dilakukan sebelum membaca Yasin dan tahlil agar pahala dari bacaan tersebut sampai kepada orang yang telah meninggal dunia. Tawasul melalui perantara Nabi Muhammad SAW, para wali Allah, dan orang-orang saleh merupakan salah satu metode di dalam melakukan doa.

2. Bagaimana urutan tawasul yang benar sebelum membaca Yasin dan tahlil?

Urutan yang benar adalah: (1) Tawasul Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat, lalu membaca Al-Fatihah, (2) Tawasul kepada para nabi, rasul, wali, syuhada, orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama, dan malaikat muqarrabin, lalu membaca Al-Fatihah, (3) Tawasul kepada semua ahli kubur muslimin dan muslimat, lalu membaca Al-Fatihah, (4) Tawasul khusus kepada orang tua, guru, dan keluarga yang dituju, lalu membaca Al-Fatihah.

3. Apakah pahala bacaan Yasin dan tahlil sampai kepada orang yang sudah meninggal?

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya Ritual & Tradisi Islam Jawa menerangkan bahwa para ulama sepakat membaca Al-Qur'an—termasuk Surat Yasin—bagi orang yang meninggal, pahala bacaannya tetap akan sampai, sebagaimana pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali.Para ulama tahqiq juga sepakat tentang sampainya pahala bacaan Al-Qur'an untuk orang yang meninggal.

4. Kapankah waktu yang tepat untuk membaca Yasin dan tahlil dengan tawasul?

Waktu yang paling utama adalah pada malam Jumat, biasanya setelah selesai melaksanakan shalat Maghrib.Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Yasin di hari dan malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya" (HR. Asbahaani).

5. Apakah tawasul termasuk amalan bid'ah?

Tawasul memiliki landasan syariat yang kuat dalam Al-Qur'an, di antaranya Surat Al-Ma'idah ayat 35 yang memerintahkan untuk mencari wasilah, dan Surat An-Nisa ayat 64 yang menjelaskan tentang memohon ampun melalui perantara Rasul.Tawasul dalam tradisi tahlilan adalah bentuk penghormatan dan doa untuk orang yang telah meninggal, dengan tetap meyakini bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.