Penjual Sayur Keliling di Tulungagung Tertembak Senapan Angin Saat Ngopi, Pelaku Ternyata ODGJ
faridmukarrom August 01, 2026 09:45 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG – Seorang penjual sayur keliling bernama Agus Setyabudi (43) mengalami luka tembak di bagian paha kanan saat berada di sebuah warung kopi di Dusun Ngampel, Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (29/7/2026) pagi itu membuat warga Dusun Gatak, Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang tersebut harus menjalani perawatan medis di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Belakangan diketahui, pelaku penembakan merupakan seorang pria berinisial Mj (44) alias Nogleng yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan sedang menjalani perawatan.

Kapolsek Sumbergempol AKP M Anshori mengatakan, kejadian bermula saat korban selesai berjualan sayur dan mampir ke Warkop Nur Handi untuk beristirahat sambil menikmati kopi.

“Saat itu korban selesai jualan sayur, mampir ke Warkop untuk minum kopi. Namun berselang 5 menit, datang terduga pelaku,” jelas Anshori, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: 79 Paskibraka Tulungagung Mulai Latihan di GOR Lembupeteng, Siap Bertugas pada Upacara HUT RI ke-81

Pelaku Mengamuk dan Membawa Senapan Angin
Menurut keterangan polisi, saat korban sedang duduk menikmati kopi, pelaku tiba-tiba datang dalam kondisi marah-marah sambil membawa senapan angin.

Tidak hanya itu, pelaku juga melempari warung kopi dengan batu hingga membuat suasana panik.

Melihat aksi tersebut, Agus berusaha menyelamatkan diri dengan bangkit dari tempat duduknya dan menjauh dari lokasi.

Namun tak lama kemudian, korban menyadari paha kanannya mengalami luka dan mengeluarkan darah.

“Nah, saat itu korban mendapati paha kanannya berdarah. Korban sempat minta tolong ke pemilik Warkop,” sambung Anshori.

Pemilik warung kopi, Nur Handi, kemudian memeriksa kondisi korban dan menemukan adanya luka yang diduga akibat tembakan senapan angin.

Dari pemeriksaan awal, peluru senapan angin yang dibawa pelaku diduga mengenai paha kanan korban hingga menyebabkan luka.

Korban Dilarikan ke RSUD dr Iskak
Setelah kejadian, warga segera melaporkan insiden tersebut kepada perangkat desa setempat.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Kejadian ini juga dilaporkan ke Polsek Sumbergempol. Kami segera datang ke lokasi kejadian,” tutur Anshori.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Hasil penelusuran mengungkap bahwa pelaku merupakan pasien ODGJ yang selama ini berada dalam pengawasan dan perawatan Puskesmas Sumbergempol.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Setelah mengetahui kondisi pelaku, korban memilih tidak melanjutkan proses hukum dan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Mediasi dilakukan antara korban dan keluarga pelaku dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah desa, serta aparat terkait.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga pelaku menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban hingga sembuh.

“Dari keterangan sejumlah saksi, ternyata Nogleng adalah pasien ODGJ dalam perawatan Puskesmas Sumbergempol,” kata Anshori.

“Hasil mediasi korban dengan keluarga Nogleng, mereka mau bertanggung jawab,” imbuhnya.

Polisi memastikan penyelesaian dilakukan secara damai dengan disaksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemerintah Desa Bukur.

“Keluarga terduga pelaku bersedia membiayai perawatan korban sampai sembuh. Masalah selesai dengan kekeluargaan disaksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemerintah Desa Bukur,” pungkas Anshori.

(David Yohanes/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.