BANJARMASINPOST.CO.ID, JEDDAH - Sebanyak 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan yang sebelumnya terlantar di Jeddah, Arab Saudi, akhirnya mulai mendapatkan penanganan dan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia.
Perwakilan jemaah, Mustadillah, mengatakan bantuan mulai diterima setelah rombongan berhasil menjalin komunikasi dengan Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda, yang kemudian menghubungkan mereka dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
Menurut Mustadillah, sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi, petugas Kementerian Haji dan Umrah menjemput seluruh jemaah dari tempat mereka menginap untuk dibawa ke Wisma Kantor Urusan Haji di Makkah.
Di lokasi tersebut, kata dia, seluruh kebutuhan dasar para jemaah, mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi, telah disiapkan.
Tak hanya itu, rombongan juga disambut anggota DPR RI, Bambang Heri Purnama.
Baca juga: 38 Jemah Umrah Kalsel Segera Dipulangkan, Anggota DPR RI Dapil Kalsel Tanggung Biaya Tiket
Dalam pertemuan tersebut, Bambang menyatakan kesediaannya membantu proses pemulangan seluruh jemaah hingga tiba kembali di Banjarmasin.
“Beliau langsung mengupayakan pencarian tiket sejak sore agar kami bisa segera pulang, bahkan diusahakan tanpa transit dan kalau memungkinkan dipulangkan bersama-sama,” kata Mustadillah.
Selain memfasilitasi proses kepulangan, Bambang juga memberikan bantuan uang saku kepada para jemaah, masing-masing Rp1 juta untuk jamaah dewasa dan Rp500 ribu bagi anak-anak.
“Beliau juga mengajak kami makan malam bersama dan menyampaikan bahwa di mana pun berada sesama warga Indonesia harus saling membantu,” ujarnya.
Mustadillah mengaku bersyukur pemerintah akhirnya memberikan pendampingan kepada para jemaah yang sebelumnya sempat beberapa hari menanggung sendiri biaya makan dan penginapan akibat tertundanya kepulangan mereka.
Ia berharap peristiwa yang dialami rombongan menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami bersyukur negara hadir membantu warganya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kami dan juga calon jemaah umrah lainnya ke depan,” tuturnya.
Sebelumnya, sebanyak 38 jemaah umrah yang diberangkatkan melalui Syakira Tour dilaporkan tertahan di Jeddah karena belum memiliki tiket kepulangan. Para jemaah bahkan sempat membiayai sendiri kebutuhan makan dan penginapan selama beberapa hari setelah pihak travel diduga mengalami kendala keuangan sehingga tidak dapat memenuhi kewajibannya.
(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)