Bupati Nganjuk Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Kerukunan dalam Dialog Lintas Agama
faridmukarrom August 01, 2026 09:45 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Dialog Generasi Muda Lintas Agama yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nganjuk, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga perwakilan perguruan silat dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menegaskan bahwa keberagaman agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk terjadinya perpecahan, melainkan modal sosial yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun daerah yang damai, harmonis, dan sejahtera.

"Kami mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan melalui penerapan nilai-nilai moderasi beragama," katanya, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: Mulai 1 Agustus 2026 Mobil Dilarang Melintas di Puncak Bendungan Lahor, Polisi Siagakan 120 Personel

Dalam sambutannya, Marhaen juga mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, mengenai pentingnya menjaga identitas bangsa Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi persatuan di tengah perbedaan.

Ia menilai sikap saling menghormati dan menghargai antarumat beragama maupun antarkelompok masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga kehidupan yang rukun dan harmonis.

Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun toleransi dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Pemuda Diminta Jadi Agen Perdamaian di Era Digital
Marhaen menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, terutama derasnya arus informasi yang kerap disertai penyebaran hoaks dan konten provokatif.

Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian yang mampu menyaring informasi sekaligus menjaga suasana tetap kondusif di tengah masyarakat.

Ia meminta generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

"Jadilah penyejuk di tengah masyarakat. Jangan menjadi pihak yang memperkeruh suasana atau memprovokasi perbedaan," sebutnya.

Apresiasi Capaian Pembangunan Kabupaten Nganjuk

Dalam kesempatan tersebut, Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk atas dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan Kabupaten Nganjuk yang baru saja meraih lima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai salah satu capaian yang diraih berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, suasana daerah yang aman, damai, dan harmonis menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di berbagai sektor.

Harapan untuk Kabupaten Nganjuk yang Harmonis dan Toleran
Melalui Dialog Generasi Muda Lintas Agama, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap semangat toleransi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Forum seperti ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi lintas agama sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

"Harapannya semangat kebersamaan yang terbangun melalui Dialog Generasi Muda Lintas Agama dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam aksi nyata, sehingga Kabupaten Nganjuk semakin harmonis, aman, dan toleran," jelasnya.

(Danendra Kusuma/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.