TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus tewasnya satpam bernama Sumarna yang jasadnya ditemukan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, terus menjadi perhatian publik seiring terungkapnya sejumlah fakta baru dari hasil penyelidikan kepolisian.
Hingga kini, aparat masih bekerja mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban.
Penyidik juga terus menelusuri kronologi kejadian guna memastikan bagaimana korban kehilangan nyawanya sebelum akhirnya ditemukan di perairan waduk tersebut.
Salah satu fokus penyelidikan saat ini adalah mendalami berbagai luka yang ditemukan pada tubuh Sumarna.
Temuan awal tersebut memunculkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum jasadnya dibuang ke dalam waduk.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Fakta yang ditemukan nampak dari jenazah, memang di sini ada memar ya otot di bagian belakang leher, kemudian sampai leher kiri dan kanan pun ada luka memar di bibir dan hidung korban," kata Hendra dikutip dari Youtube Metro TV, Jumat (31/7/2026).
Selain luka luar, tim forensik juga melakukan autopsi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Baca juga: Teka-teki Borgol yang Jerat Tangan Satpam Sumarna, Diduga Milik Pelaku, Polisi: Punya Korban Utuh
Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan fakta lain yang dinilai sangat penting dalam proses pengungkapan kasus ini.
Tenggorokan korban diketahui tidak mengandung pasir maupun lumpur yang umumnya ditemukan pada korban yang meninggal akibat tenggelam.
"Di sini fakta-fakta lainnya yang ditemukan oleh hasil autopsi ini tenggorokan korban tidak ditemukan benda seperti lumpur dan pasir,"
"Jadi ini kemudian kematiannya itu disebabkan ya sebelum ya sebelum yang bersangkutan tenggelam ini masih kondisinya korban masih hidup," kata Hendra.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan akhir penyebab kematian korban.
"Tetapi tentu saja pendalaman dan keterangan resmi nanti akan disampaikan dari hasil pemeriksaan menunggu patologi anatomi dari kedokteran," kata Hendra.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap dan pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Sumarna segera diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga: Fakta Status WA Diduga Milik Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur, Polisi Sebut Milik Rekan Korban
Di malam sebelum korban ditemukan tewas yaitu pada Kamis (23/7/2026) malam, rupanya korban sempat meninggalkan pos saat piket menuju tempat gelap.
Ini ditemukan dari keterangan saksi dan juga petunjuk dari jejak HP korban.
"Dan fakta-fakta berikutnya terkait dengan lokasi ketika si korban ini menuju dari tempat pos menuju ke TKP itu ada ada anomali bahwa yang bersangkutan tidak langsung menjurus kepada lokasi di tempat dia tenggelam," kata Hendra.
"Tetapi dia memasuki melewati perumahan-perumahan di mana di situ tempatnya gelap kemudian tidak ada penerangan lampu dan memasuki sekitar di antara rumah-rumah ini," katanya.
Dia menjelaskan bahwa pada pukul 21.00 WIB malam ada saksi yang mengatakan bahwa yang bersangkutan keluar dari pos.
Kemudian ada saksi juga mengatakan pada pukul 23.30 WIB, korban belim kembali ke pos tempatnya jaga.
"Kemudian handphone (korban) itu tidak aktif lagi sekira pukul 02.00 lebih. Nah, di sinilah kita duga bahwa kejadian (pembunuhan) itu kurang lebih sekitar itu sampai pukul 05.00," ungkapnya.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Naufal Fauzy)