Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Sabtu 1 Agustus 2026.
Tema renungan katolik "kepala Yohanes pembaptis".
Perayaan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori dengan warna liturgi putih.
Bacaan hari Sabtu: Yer 26:11-16.24; Mzm 69:15-16.30-31.33-34; Mat 14:1-12 dan BcO Ayb 42:7-17.
Baca juga: Teks Misa Minggu 2 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII Tahun A
Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri." Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu. Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu." Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: "Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita." Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.
Mazmur Tanggapan: Mzm 69:15-16.30-31.33-34
Janganlah gelombang air menghanyutkan aku, atau tubir menelan aku, atau sumur menutup mulutnya di atasku.
Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!
Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.
Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil Katolik: Mat 14:1-12
P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
“Kepala Yohanes Pembaptis”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini Gereja merayakan Santo Alfonsus Maria de Liguori, seorang uskup dan pujangga Gereja yang dikenal karena pengajarannya tentang belas kasih Allah dan devosi kepada Yesus Kristus. Bacaan Injil mengisahkan peristiwa tragis pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis, sebuah kisah yang mengguncang hati, namun sekaligus menyingkapkan keberanian seorang nabi yang setia pada kebenaran.
Saudara-saudari terkasih.
Dalam bacaan pertama (Yer. 26: 11-16.24) menampilkan nabi Yeremia yang ditolak, namun tetap teguh menyampaikan firman Allah meski menghadapi ancaman mati. Allah sendiri yang melindungi Yeremia melalui orang-orang yang berani membela kebenaran. Ini menunjukkan bahwa suara kenabian sering kali dianggap mengganggu karena menyingkap dosa dan ketidaksetiaan umat. Namun, justru dalam penolakan itu tampak kuasa Allah yang menjaga nabi-Nya. Yeremia menjadi simbol bahwa kebenaran tidak bisa dibungkam, karena Allah sendiri yang meneguhkan dan melindungi. Dan dalam bacaan Injil (Mat. 14: 1-12) mengisahkan tentang Yohanes Pembaptis yang berani menegur Herodes karena hidup dalam dosa. Keberanian itu berujung pada kemartiran. Ini bukan hanya kisah tragis tentang kematian Yohanes Pembaptis, tetapi juga cermin dari dinamika kuasa duniawi yang rapuh. Refleksi kita adalah “Keberanian dalam Kebenaran”: Yohanes Pembaptis tidak takut menegur penguasa. Dalam hidup kita, sering kali kebenaran terasa berat untuk diungkapkan. Namun, iman menuntut kita untuk tidak kompromi terhadap dosa. “Kesetiaan pada Panggilan”: Yeremia dan Yohanes sama-sama menunjukkan bahwa panggilan seorang nabi bukan untuk mencari popularitas, melainkan untuk setia pada kehendak Allah. Kita pun dipanggil untuk setia dalam tugas dan pelayanan, meski menghadapi tantangan. “Pengorbanan sebagai Kesaksian”: Yohanes kehilangan nyawanya, tetapi kesaksiannya tetap hidup. Santo Alfonsus Maria de Liguori pun mengorbankan kenyamanan hidup demi karya misi dan pengajaran iman. Hidup kristiani sejati selalu menuntut pengorbanan demi kasih dan kebenaran.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, kisah Yohanes Pembaptis mengingatkan kita bahwa kebenaran sering kali menuntut keberanian dan pengorbanan. Kedua, kesetiaan pada panggilan adalah jalan menuju kekudusan. Ketiga, seperti Santo Alfonsus, mari kita hidup dalam kasih Allah yang penuh belas kasih, meski harus menanggung salib demi kebenaran.Tuhan memberkati kita. (sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).