Petugas Damkar mengaku sempat kewalahan saat memadamkan kebakaran gudang penyimpanan barang bekas
TRIBUNGORONTALO.COM - Petugas pemadam kebakaran (Damkar) mengaku sempat kewalahan saat memadamkan kebakaran gudang penyimpanan barang bekas di Jalan Tengah, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Sabtu (31/7/2026) sore
Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari kebakara gudang sempat membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menembus titik utama kebakaran.
Petugas damkar tidak langsung memaksa masuk ke pusat api, melainkan "mengurung" kobaran api dari bagian luar hingga suhu bangunan menurun.
Hasilnya api berhasil dikendalikan tanpa meluas ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.
Sekitar pukul 15:47 Wita, warga di sekitar Jalan Tengah mulai melihat asap hitam keluar dari dalam gudang.
Dalam hitungan menit, warga berhamburan keluar rumah. Sebagian mencoba mendekati lokasi, sementara lainnya memilih menjauh karena khawatir api merembet.
Lokasi gudang yang berada di kawasan padat penduduk membuat petugas bergerak cepat mengerahkan armada pemadam.
Kepala Seksi Damkar Kota Gorontalo, Mohamad Lutfie, mengatakan pihaknya mendapat dukungan satu unit mobil pemadam dari Kabupaten Bone Bolango, 1 armada BPBD Provinsi Gorontalo, 1 Damkar Provinsi, dan 1 armada PDAM serta tiga armada milik Damkar Kota Gorontalo.
"Penanganan ini kita dibantu Ddamkar Bone Bolango satu unit, BPBD Provinsi dan damkar Kota tiga armada," ujarnya.
Katanya, kolaborasi tersebut dilakukan mengingat potensi api merembet cukup besar apabila terlambat dikendalikan.Saat petugas tiba di lokasi, tantangan terbesar bukanlah kobaran api.
Justru asap pekat menjadi penghalang utama. Jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel tidak bisa langsung masuk ke pusat kebakaran.
"Asapnya terlalu pekat. Itu menjadi kendala awal kami," kata Lutfie.
Katanya, kondisi tersebut memaksa petugas mengubah pola penanganan. Alih-alih memaksa masuk, mereka melakukan pendinginan dari sisi luar bangunan terlebih dahulu.
Strategi itu dilakukan untuk menurunkan suhu sekaligus mengurangi kepulan asap sehingga personel dapat masuk dengan lebih aman.
"Alhamdulillah penanganan awal bisa kita lakukan. Asap mulai menipis sehingga proses pemadaman berlanjut dengan baik," ujarnya.
Setelah kondisi memungkinkan, personel mulai bergerak menuju titik-titik yang masih mengeluarkan api.Proses pemadaman dilakukan bertahap.
Satu per satu titik panas dipastikan padam agar tidak memicu kebakaran ulang.
"Strategi kami melakukan backup pendinginan dari luar, area terluar terlebih dahulu, kemudian masuk ke titik-titik spot kebakaran," jelasnya.
Metode tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih terukur. Petugas tidak hanya memadamkan kobaran yang terlihat, tetapi juga memastikan panas yang tersimpan di dalam tumpukan barang benar-benar hilang.
Di dalam gudang, petugas menemukan berbagai barang yang mudah menyimpan panas. Mulai dari logam, kain-kain bekas hingga tumpukan piring.
Menurut informasi warga sekitar, sebagian besar barang tersebut merupakan barang bekas yang sudah tidak lagi laku di pasaran.
Material yang bertumpuk membuat bara api berpotensi bertahan lebih lama meski kobaran besar sudah berhasil dipadamkan. Karena itu proses pendinginan menjadi tahap yang paling menentukan.
Petugas harus membongkar beberapa tumpukan agar tidak ada bara api yang tersisa.
Sekitar pukul 16.30 Wita, kondisi mulai terkendali. Asap yang sebelumnya pekat berangsur menipis. Api tidak lagi terlihat membesar.
Petugas kemudian menetapkan status penanganan memasuki tahap pendinginan. "Sekitar pukul 16.30 kita sudah bisa menyatakan masuk proses pendinginan," kata Lutfie.
Personel tetap melakukan penyemprotan pada sejumlah titik yang masih menyimpan panas.Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali
Kebakaran gudang tersebut menjadi insiden kelima yang ditangani Damkar Kota Gorontalo dalam sehari.
Sebelumnya, petugas telah menangani dua kejadian di kawasan Dembe, kemudian kebakaran di Kelurahan Ipilo dan Bele Li Mbui. "Ini sudah penanganan kebakaran yang kelima hari ini," ujar Lutfie.
Rangkaian kejadian tersebut membuat seluruh personel harus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa jeda panjang.
Penyebab pasti kebakaran gudang di Jalan Tengah masih menunggu penyelidikan aparat berwenang,
Informasi dihimpun oleh Tribungorontalo.com bahwa gudang yang terbakar, milik Haji Zaenal pemilik Toko Karsa Utama di Kota Gorontalo. (*/Jefri).