Perseteruan Ruben-Sarwendah, Nanda Persada Pasang Badan Pembelaan untuk Betrand Peto
Sri Hidayatun August 01, 2026 11:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Konflik pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang menyeret sang putra angkat, Betrand Peto alias Onyo. 

Pembahasan mengenai kondisi keluarga ini mengemuka setelah Sarwendah berbicara di kanal YouTube Denny Sumargo mengenai terapi psikologis yang pernah dijalani putrinya tak lama setelah Onyo bergabung dengan keluarga mereka pada 2019.

Pernyataan Sarwendah tersebut mematik tanggapan dari mantan manajer Ruben Onsu, Nanda Persada. 

Nanda menilai klaim yang mengaitkan kehadiran Onyo dengan kondisi psikologis anak-anak Ruben-Sarwendah perlu dibuktikan secara sah agar tidak menggiring opini negatif.

"Yang pertama, itu harus dibuktikan. Karena kalau enggak juga menyangkut nama baiknya Onyo ya, Betrand."

Baca juga: Pasang Badan untuk Ruben Onsu, Nanda Persada Sebut Tuduhan Pinjol dan Selingkuh Tidak Masuk Akal

TAK AMBIL PUSING -- Di tengah isu petisi pemboikotan netizen terhadap Sarwendah, Betrand Peto (Onyo) memilih mengabaikan media sosial dan fokus menggarap lagu baru.
TAK AMBIL PUSING -- Di tengah isu petisi pemboikotan netizen terhadap Sarwendah, Betrand Peto (Onyo) memilih mengabaikan media sosial dan fokus menggarap lagu baru. (Instagram/@betrandpetoputraonsu)

Nanda mengkhawatirkan dampak dari narasi publik tersebut terhadap Onyo yang selama ini menjadi sosok pendukung utama bagi Ruben di masa-masa sulit.

"Aku khawatir makin melebar ke mana-mana. Karena aku udah ingetin. Ruben di podcast aku, mau fokusnya soal anak-anak."
"Ketika masalah anak itu diungkit, diusik gitu, pasti Ruben akan bereaksi," ujarnya.

"Nah ini udah melebar ke Onyo, dan Onyo pasti akan bereaksi, Onyo kan juga saksi."

"Aku kasihan sih ngelihatnya. Onyo yang segitu setia mendampingi Ruben dikala Ruben merasa sendiri jauh dari anak-anak, akhirnya terbawa-bawa dan dituding macam-macam," sesalnya.

Ia menampik anggapan bahwa kehadiran Onyo memberikan dampak buruk bagi dinamika keluarga kala itu.

"Ini kan tuduhan yang serius ya. Seolah-olah Onyo itu mengganggu psikisnya anak-anak yang lain."

"Yang aku tau justru dengan adanya Onyo itu kehidupan Wendah lebih berwarna, lebih seru, jadi kakak yang baik," bebernya.

Perselisihan antara Ruben dan Sarwendah sendiri berawal dari persoalan komunikasi terkait hak temu anak. 

Situasi memanas ketika pembagian nafkah bulanan senilai Rp225 juta dihentikan, hingga berlanjut pada saling sindir di media sosial dan pengajuan gugatan hak asuh anak oleh Ruben.

Baca juga: Inisiatif Luruskan Kesalahpahaman, Betrand Peto dan Aqila Zhavira Kini Resmi Balikan

Pengakuan Sarwendah di Podcast Denny Sumargo

Sebelumnya dalam sesi wawancara bersama Denny Sumargo, Sarwendah membeberkan alasan di balik penanganan psikologis untuk kedua putrinya pasca-kehadiran Onyo.

"Pada saat Onyo hadir enggak lama, anak-anak ada psikolog," ujar Sarwendah, dikutip Jumat (31/7/2026).

Denny Sumargo kemudian menanyakan alasan keputusan tersebut.

"Kenapa kamu bawa anak-anak ke psikolog?," tanya Densu.

Sarwendah menceritakan bahwa langkah terapi diambil setelah putri sulungnya, Thalia, menunjukkan perubahan respons emosional.

"Trigger awalnya adalah waktu itu Cici Talia tantrum. Kalau tantrum enggak tahu kenapa. Jadi dia tuh kayak tiba-tiba nangis, bisa pukul-pukul gitu loh," jelas Sarwendah.

Peristiwa di sekolah juga menjadi pertimbangan tambahan bagi Sarwendah untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

"Jadi aku sebagai seorang ibu sedih. Dia juga ada melakukan sesuatu hal di sekolah yang menurut aku, aku tahu dari gurunya ya, menurut aku sebagai orang tua benar-benar kayak terpukul sekali," terangnya.

"Aku juga kaget. Oh, itu pada saat aku dengar, aku sedih banget. Di psikolog itu dia terapi tuh," katanya.

Saat didalami mengenai hasil asesmen psikologis, Denny kembali bertanya.

"Apa penyampaian psikolog ke kamu mengenai kondisinya?," cecar Denny Sumargo.

Sarwendah menjelaskan bahwa putrinya memiliki kepekaan emosional yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, termasuk eksposur informasi media.

"Menjadi dia juga tidak mudah kok. Di umur segitu, aku melihat dia anak yang sangat sensitif. Dan banyak hal yang dia pelajari lebih cepat daripada umur dia seharusnya," terang Sarwendah.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com       

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.