Motif Utama Ayah Aniaya Anak Viral di Bandung, Pengakuan Mantan Istri: Ringan Tangan, Suka Mabuk
Ilham Fazrir Harahap August 01, 2026 11:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap sudah motif utama seorang ayah tega aniaya anak kandung sendiri sehingga viral yang terjadi Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Bocah berumur 5 tahun dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri pada Minggu (26/7/2026). Video penganiayaan tersebut kemudian itu viral di media sosial. 

Peristiwa penganiayaan itu kemudian dilaporkan ke polisi dua hari kemudian. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku bernama Dayat alias Pepi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat pada Kamis (30/7/2026).

Korban merupakan anak dari Dayat alias Pepi (28) dan Rika (23). Keduanya telah cerai.

Penganiayaan itu terjadi pada pada Minggu (26/7/2026).

Dari hasil penyidikan, tindakan keji dilakukan pelaku untuk menarik perhatian ibu korban. 

Baca juga: Klasemen Grup A Piala AFF 2026 - Skenario Rebut Tiket Semifinal Indonesia, Singapura dan Vietnam

"Melakukan penganiayaan tersebut untuk mendapatkan simpati atau empati dari ibu korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh Faruk Rozi di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Cipongkor, Bandung Barat, Jumat (31/7/2026). 

Menurut Kapolres, Dayat diduga masih ada keinginan kembali rujuk dengan Rika. 

"Perbuatan itu dilakukan secara sengaja untuk rekamannya akan dikirim ke ibu korban. Supaya ibu korban itu mau rujuk kembali," ungkapnya. 

Kesal Dibanding-bandingkan Kedua Orang Tua

Dayat disebut telah berulang kali melakukan penganiayaan terhadap anaknya.

Selain motif ingin menarik perhatian Rika, Dayat disebut kerap kali kesal karena korban sering membandingkan perlakuan dari kedua orang tuanya. 

Baca juga: Penipuan Modus Tukar Gelang Emas 30 Gram di Medan, Pura-pura Beli Lalu Kabur

"Kemudian dari hasil pendalaman kami juga memperoleh motif yang lain, yaitu pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri itu merasa kesal terhadap korban, karena sering dibanding-bandingkan perlakuannya ketika korban berada di bawah asuhan ibunya, dibandingkan dengan perlakuan pelaku terhadap korban," tandasnya. 

Baca juga: Awal Mula Gerebek Gudang Narkoba di Sari Rejo Polonia, Polrestabes Ungkap Jaringan Internasional

Pengakuan Mantan Istri Dayat

Rika menceritakan kronologi peristiwa itu. Menurut Rika, penganiyaan terhadap anaknya terjadi pada Minggu (26/7/2026).

"Iya benar itu anak saya satu satunya, umur lima tahun, itu kejadian hari Minggu," kata Rika saat ditemui di rumahnya.

Rika mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi di rumah mantan suaminya di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat.

Diduga, pemukulan dilakukan oleh D yang tak lain merupakan ayah kandung korban lantaran kesal karena korban tak mau pulang dari rumah Rika.

Baca juga: Viral Video 5 Oknum Dishub Peras Sopir Truk Rp1,7 Juta Berakhir Ancaman Pemecatan

"Kita kan udah pisah, cuma anak tinggal di sana. Adeknya tidak mau pulang, kan adeknya dibawa pulang ke rumah mamah saya ke sini, dibawa lagi sama bapaknya, adeknya tidak mau, dipaksa, adeknya tidak mau pulang," katanya.

Rika mengonfirmasi bahwa anaknya dipukul dan dijambak. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di bagian muka hingga paha.

Bahkan, pukulan dari pelaku sampai membuat hidung korban mengeluarkan darah.

"(darah?) iya akibat dari pukulan, kata saksi, dari sini ya sudah dipukul sudah disiksa, (darah) dari hidung. Luka di bagian pipi, kiri kanan, paha kanan," ujarnya.

Saat ini, kondisi korban sudah dapat beraktivitas seperti biasa layaknya anak-anak. 

"Sudah ceria, kelihatannya baik-baik saja," katanya.

Lebih Dari Sekali

Ia menegaskan bahwa aksi penganiayaan terhadap buah hatinya tersebut bukan pertama kali terjadi.

"Sepengetahuan saya itu sudah sering dilakukan sama dia. Bahkan kata saksi, anak saya juga udah mengalami penganiayaan di sini (di rumah Rika)," ungkapnya.

Rika mengungkapkan mantan suaminya memiliki kepribadian emosional dan kerap melakukan tindakan kasar.

Pengalaman pahit tersebut bahkan sudah sering ia alami sendiri sewaktu masih terikat tali pernikahan.

"Iya memang dari dulu memang tempramental, ringan tangan, suka mabuk. (Mengalami kekerasan) sering dulu pas rumah tangga, cuma saya berat sama anak, makanya saya bertahan. Tapi dia sendiri yang nalak," tandasnya.

(Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.