TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Update harga ayam potong di Pasar Perumnas Sako yang terletak di Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), melonjak naik hingga Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu oleh tinggi permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan masyarakat umum, sementara stok dari distributor peternakan tergolong terbatas.
Awal Agustus ini menjadi masa yang berat bagi para pedagang. Selain harga melonjak, mereka juga kesulitan mendapatkan stok hingga harus mencari distributor alternatif di luar langganan agar tetap bisa berjualan.
Sementara itu, masyarakat yang membutuhkan daging ayam sebagai lauk harian harus menerima kenyataan tingginya harga bahan pangan menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah seorang pedagang ayam potong, Sutamto, mengungkapkan kenaikan di awal Agustus ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat.
"Daging ayam di awal bulan ini banyak dibeli warga untuk stok di rumah sehingga cepat habis. Apalagi permintaan dari program MBG juga tinggi, jadi kami makin sulit mendapatkan stok tambahan," ujar Sutamto saat dijumpai di lokasi, Sabtu (1/8/2026).
Sutamto menambahkan, peningkatan permintaan warga sudah terasa sejak sepekan terakhir, sehingga pedagang berupaya memperbanyak stok dagangan.
"Biasa ambil 50 ekor, sekarang nambah 10 ekor ayam potong untuk jaga-jaga karena stok setiap hari terbatas. Tambahan itu pun harus cari dari distributor lain karena pembelian di tempat langganan dibatasi," katanya.
Di sisi lain, seorang pembeli di Pasar Perumnas Sako Palembang, Nur Aini, mengeluhkan harga daging ayam yang terus merangkak naik dari hari ke hari.
"Ayam naik lagi. Kemarin baru Rp38 ribu, sekarang sudah naik lagi jadi Rp40 ribu per kilogram," ungkapnya.
Baca juga: Update Harga Sembako di Pasar Perumnas Palembang 28 Juli 2026,Telur Ayam Turun Jadi Rp 25 Ribu/ Kilo
Akibat lonjakan harga tersebut, tak sedikit pembeli yang mengurungkan niat untuk membeli daging ayam dalam jumlah banyak.
"Bawa uang Rp50 ribu, kalau mau beli ayam satu kilo sisanya tinggal Rp10 ribu. Jadi beli setengah kilo saja, sisanya untuk beli bumbu," tuturnya.
Keluhan senada disampaikan oleh Sakinah, warga Perumnas Sako.
Menurutnya, kenaikan harga daging ayam memaksa para ibu rumah tangga mengatur ulang anggaran belanja harian.
"Program MBG ini apakah tidak bisa diubah variasi menunya? Jangan selalu pakai ayam, sampai harganya melonjak Rp40 ribu. Sebelum libur harganya masih Rp28 ribu, jauh sekali selisihnya," cetus Sakinah.
Sakinah berharap harga ayam potong bisa segera kembali stabil.
Menurutnya, daging ayam tidak hanya dibutuhkan untuk pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga seluruh anggota keluarga di rumah.
"Saya berharap harga daging ayam ini kembali stabil, karena kita semua butuh nutrisi, bukan hanya anak-anak sekolah," pungkasnya.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com