Jokowi Disambut Heboh di CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Pulang Kampung
Darwin Sijabat August 01, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat mengikuti kegiatan jalan santai di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (1/8/2026) disambut riuh oleh warga. 

Sejak tiba di area depan Kantor Gubernur NTT, mantan Kepala Negara yang tampil santai mengenakan jaket putih itu langsung diserbu dan dikerumuni masyarakat dari berbagai kalangan.

Warga tampak antusias berdesakan demi bisa bersalaman dan mengabadikan momen berharga bersama Presiden RI periode 2014–2024 tersebut. 

Suasana kian membuncah kala riuh teriakan warga terdengar mengagungkan kedekatan emosional Jokowi dengan bumi Flobamora.

"Bapak kesayangan kita pulang kampung!" seru seorang warga di tengah kerumunan.

Gema kalimat hangat tersebut seketika disambut saut-menyahut oleh warga lainnya yang memenuhi area CFD.

"Bapak pulang, Bapak Jokowi pulang kampung!" teriak warga penuh sukacita.

Banyaknya warga yang merapat dari berbagai sisi membuat langkah Jokowi beberapa kali terhenti untuk melayani permintaan swafoto (selfie).

Dalam kegiatan jalan santai tersebut, Jokowi tampak didampingi jajaran petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di antaranya Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Wakil Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Ketua Umum DPP PSI Ronald A. Sinaga. 

Baca juga: Kaesang Pilih Dapil Jateng V di Pileg 2029, Pengamat: Napak Tilas Jokowi

Baca juga: Jadi Kajari Jambi Baru, Harta Kekayaan Romy Arizyanto Capai Rp1,95 Miliar

Tak lama berselang, Ketua Umum DPP PSI yang juga putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, menyusul di lokasi dan tak luput jadi sasaran warga untuk berfoto bersama.

Rangkaian Agenda Kunjungan Kerja 3 Hari di NTT

Kunjungan Jokowi di Nusa Tenggara Timur dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. 

Pada hari sebelumnya, Jumat (31/7/2026), Jokowi menyambangi kawasan Pantai Oesina untuk berdialog langsung dengan para pelaku usaha budidaya rumput laut mengenai potensi strategis pengembangan sektor kelautan wilayah setempat.

Usai menyapa masyarakat di CFD Kota Kupang pada Sabtu pagi, agenda Jokowi dilanjutkan dengan menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang serta menyemarakkan rangkaian kirab budaya di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Filosofi Gading Gajah: Simbol Kepercayaan dan Komitmen Politik

Terpisah, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali memberikan pencerahan mengenai makna mendalam di balik Kunjungan Presiden ke-7 RI ke NTT pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. 

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda silaturahmi politik biasa, melainkan perwujudan ikatan emosional historis yang telah mengakar kuat.

Ahmad Ali mengaitkan momentum ini dengan tradisi sakral masyarakat Flores Timur dan Lamaholot di NTT, di mana gading gajah diposisikan sebagai benda pusaka bernilai tinggi serta simbol kehormatan, komitmen, tanggung jawab moral, dan kepercayaan lintas generasi.

"Filosofi gading gajah tersebut dapat menjadi refleksi berharga dalam kehidupan politik kita. Kepercayaan rakyat tidak dibangun melalui slogan atau simbol semata, tetapi melalui komitmen yang diwujudkan dalam tindakan nyata," ungkap Ahmad Ali, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan bahwa nilai paling bernilai dari filosofi gading gajah bukanlah pada wujud fisiknya, melainkan ketulusan dan kesungguhan dalam menjaga amanat rakyat serta merawat hubungan antarmanusia.

Pembangunan di Timur Indonesia

Jokowi disebut memberikan atensi yang besar terhadap pembangunan di kawasan timur Indonesia, termasuk wilayah NTT selama kepemimpinannya.

Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur transportasi, konektivitas antarpulau, bendungan, pengembangan destinasi wisata prioritas, hingga berbagai program jaring pengaman sosial.

Baca juga: Kaesang Tembus Kandang Banteng di 2029: Duel Trah Jokowi Vs Megawati

Baca juga: Pulang Kampung, Romy Arizyanto Resmi Ditunjuk Jadi Kajari Jambi: Alumni Unja

Ahmad Ali menilai kunjungan Jokowi kali ini merupakan representasi dari upaya merawat hubungan secara konsisten.

Sebagaimana filosofi gading gajah yang melambangkan janji menjaga kehormatan, hubungan antara pemimpin dan rakyat juga memerlukan kehadiran yang berkelanjutan.

"Hubungan antara pemimpin dan rakyat memerlukan konsistensi dan kehadiran yang berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Ali mengingatkan bahwa dalam dinamika politik modern, kepercayaan publik merupakan amanah konstitusional yang harus senantiasa dirawat secara bertanggung jawab. 

Atribut dan afiliasi partai politik dapat berganti dari waktu ke waktu, namun komitmen kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat tetap menjadi ukuran utama dalam memperoleh legitimasi rakyat.

"Demikian pula dalam politik,nkepercayaan masyarakat tidak diperoleh hanya melalui identitas politik,nmelainkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat," pungkas Ahmad Ali.

Baca juga: Pemkab Batang Hari Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Sekda Sebut Peringatan Siap Digelar Khidmat

Baca juga: Toyota Hadirkan Warna Berbeda di GIIAS 2026 - GAZOO Racing, Land Cruiser, Making Ever-Better Cars 

Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Alfian Bombing, Sosok Kajari Tebo Jambi yang Baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.