SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kiper Wais Al Qorni alias Isal mulai membuka lembaran baru dalam perjalanan karier sepak bolanya.
Mantan Asisten Pelatih Kiper Sumsel United itu mengaku menerima tawaran untuk menjadi pelatih Kiper PS Palembang U17 yang akan berlaga di Piala Soeratin.
Meski demikian, Isal menegaskan dirinya belum sepenuhnya meninggalkan karier sebagai pemain. Jika masih ada klub yang membutuhkan jasanya sebagai penjaga gawang, ia mengaku siap kembali merumput.
"Untuk sementara yang nawari PS Palembang U17 Soeratin. Makanya saya terima," kata Isal kepada Sripoku.com.
Isal ditemui usai memperkuat Oman Excavator FC pada Turnamen Sepak Bola Umum Piala Askot PSSI Palembang dalam rangka HUT KMP Bumara ke-5.
Bersama tim tersebut, ia sukses mengantarkan Oman Excavator FC menjadi runner-up. Menurut pria kelahiran Palembang 1 Januari 1994, peluang menjadi pelatih maupun pemain masih sama-sama terbuka.
"Tergantung kalau ada kesempatan. Kalau ada tawaran melatih, saya siap. Tapi kalaupun masih ada yang percaya saya jadi pemain, saya juga siap jadi Kiper," ujarnya.
Eks Kiper Persijap Jepara itu mengakui, di usianya saat ini ia sebenarnya masih memiliki keinginan kuat untuk tetap bermain.
"Sebenarnya saya masih ingin jadi pemain. Posisi Kiper kan tidak terlalu banyak lari," ucapnya sambil tersenyum.
Namun, Isal menyadari untuk berkarier lebih serius sebagai pelatih kiper masih ada tahapan lisensi yang harus ditempuh.
"Sementara kalau untuk jadi pelatih Kiper dengan lisensi saya C Diploma masih belum cukup. Untuk menjadi pelatih Kiper harus Level 1 Goalkeeper," jelasnya.
Perjalanan Karier di Liga 2 dan Liga 3 Wais Al Qorni dikenal sebagai salah satu Kiper yang malang melintang di kompetisi Liga 2 dan Liga 3 Indonesia.
Penjaga gawang bertinggi badan 178 sentimeter itu pernah membela sejumlah klub, di antaranya: PS Palembang (2016) Maumere FC (2017) Persimuba Musi Banyuasin (2017) Persegres Gresik United (2018) Madura FC (2019) Persijap Jepara (2020) Hizbul Wathan FC (2021).
Isal yang mengidolakan legenda Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengenang awal karier profesionalnya.
"Saya pertama kali main profesional tahun 2018 di Persegres Gresik United. Lalu saat delapan besar saya diajak Madura FC," ungkapnya.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Madura FC pada 2019, Persijap Jepara pada 2020, hingga Hizbul Wathan FC pada 2021. Namun setelah itu, perjalanan kariernya sempat terhenti.
"2022 sampai 2023 saya tidak dapat tim. Akhirnya 2024 saya main tarkam lagi," ujarnya.
Cedera Patah Tangan hingga Beralih ke Dunia Kepelatihan Pada Januari 2025, Isal mengikuti turnamen antarinstansi bersama tim RSUD Siti Fatimah. Nahas, ia mengalami cedera serius yang mengubah arah kariernya.
• M. Shobran Usul Gratiskan Biaya Pendaftaran Kompetisi Sepak Bola Usia Dini di Palembang
"Saya mengalami cedera patah tangan sebelah kanan, sehingga harus operasi dan dipasang pen," kenangnya.
Setelah menjalani operasi dan masa pemulihan selama beberapa bulan, Isal memanfaatkan waktu tersebut untuk meningkatkan kapasitas sebagai pelatih.
"Setelah operasi beberapa bulan, saya ambil lisensi D. Setelah itu diajak gabung di Sumsel United untuk membantu Coach Sahari," tutup Isal.
Kini, Isal bersiap menjalani tantangan baru sebagai pelatih Kiper PS Palembang U17 Soeratin, sembari tetap membuka peluang jika ada klub yang masih mempercayainya berdiri di bawah mistar gawang.