Fely Daffa dan Gesya Bilbina Dinobatkan Putra Putri Sriwijaya 2026, Emban Misi Promosikan Sumsel
Sri Hidayatun August 01, 2026 02:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Pemerintah Provinsi Sumsel menegaskan, Putra Putri Sriwijaya  2026 harus menjadi representasi generasi muda yang mampu membawa citra positif Bumi Sriwijaya melalui berbagai kegiatan promosi, baik secara langsung maupun di ruang digital.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra mengatakan, Putra Putri Sriwijaya 2026 memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar menyandang gelar duta wisata dan budaya.

"Putra Putri Sriwijaya 2026 harus menjadi wajah Sumsel. Harus siap mengemban amanah sebagai duta pariwisata, budaya Sumsel, dan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas," kata Edward saat Grand Final Pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2026, Jumat (31/7/2026) malam.

Menurut Edward, Pemprov Sumsel akan memberikan dukungan penuh terhadap program kerja Putra Putri Sriwijaya dengan melibatkan mereka dalam berbagai agenda promosi daerah.

"Kami akan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan, mulai dari Festival Sriwijaya, promosi wisata ke luar daerah, hingga pameran internasional," ujarnya.

Ia menilai Sumsel memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, seni, kuliner, hingga destinasi wisata yang harus terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Karena itu, Putra Putri Sriwijaya diharapkan mampu menjadi jembatan yang mengenalkan identitas daerah kepada publik sekaligus mendorong sektor pariwisata menjadi penggerak ekonomi baru.

"Kita harus menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru Sumsel," tegasnya.

Edward juga berpesan agar para pemenang memiliki integritas, memahami budaya dan pariwisata Sumsel, berwawasan global, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi daerah.

Baca juga: Momentum Iduladha, Sekda Sumsel Pererat Silaturahmi Lewat Open House

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Rudi Irawan mengatakan, ajang Putra Putri Sriwijaya 2026 diikuti oleh 34 finalis dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel.

Menurutnya, pemilihan tersebut bukan hanya mencari sosok terbaik, tetapi memilih generasi muda yang siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkenalkan potensi daerah.

"Mereka akan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga warisan budaya, memperkenalkan destinasi wisata, mengangkat ekonomi kreatif, mempromosikan wastra, kuliner, seni pertunjukan, dan membangun citra positif Sumsel melalui ruang digital," katanya.

Rudi menambahkan, di era transformasi digital, promosi pariwisata tidak lagi hanya dilakukan melalui berbagai kegiatan atau panggung acara, tetapi juga melalui konten yang kreatif, edukatif, dan inspiratif.

"Karena itu kami berharap Putra Putri Sriwijaya mampu menjadi  storyteller, content creator, sekaligus cultural ambassador yang memperkenalkan pesona Sumsel kepada Indonesia bahkan dunia," ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Putra Putri Sriwijaya 2026, Vita Sandra, mengatakan ajang tahunan tersebut merupakan wadah untuk melahirkan duta pariwisata dan budaya yang mampu menjadi agen perubahan.

"Kami berharap Putra Putri Sriwijaya menjadi agen-agen perubahan yang akan melestarikan kebudayaan dan mempromosikan pariwisata Sumsel menuju Sumsel Wonderful 2030," katanya.

Pada malam grand final, gelar Putra Sriwijaya 2026 diraih Fely Daffa perwakilan Palembang 4, sedangkan gelar Putri Sriwijaya 2026 diraih Gesya Bilbina perwakilan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). 

Keduanya terpilih setelah melalui serangkaian penilaian dewan juri dan kini siap mengemban amanah sebagai wajah baru Sumatera Selatan di berbagai ajang promosi budaya dan pariwisata.

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.