BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang pria di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami nasib tak mengenakkan.
Dia harus mengalami sejumlah luka di tubuh akibat pengeroyokan.
Peristiwa pengeroyokan tersebut dilakukan lima orang saat korban sedang mencari istrinya yang diduga dibawa laki-laki lain ke sebuah apartemen.
Sayangnya, korban malah berselisih dengan sejumlah orang sehingga terjadilah pengeroyokan itu.
Insiden pengeroyokan tepatnya terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pihak Polres Metro Bekasi kini telah turun tangan menangani kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut.
Baca juga: Nasib JST Mahasiswi yang Depresi 12 Kali Batal Sidang Skripsi, Masuk RS, Rektor Akhirnya Bertindak
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunnews.com, kejadian bermula saat korban yang masih berstatus suami mendatangi kawasan Kalimalang, Cikarang Utara.
Korban datang ke lokasi tersebut untuk mencari istrinya yang diduga dibawa oleh pria lain ke sebuah apartemen di wilayah Cikarang.
Namun, setibanya di lokasi, korban justru terlibat perselisihan dengan sejumlah orang.
Perselisihan tersebut memanas hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.
Akibat aksi kekerasan tersebut, korban bersama seorang rekannya mengalami sejumlah luka di tubuh.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, korban langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi.
Sebagai bagian dari penanganan perkara, korban juga telah menjalani visum.
Menindaklanjuti laporan korban, Unit Jatanras Satreskrim Polres Metro Bekasi bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan.
“Polisi mengamankan lima orang terduga pelaku berinisial DFM, A, RR, R, dan DS,” tulis keterangan resmi Humas Polres Metro Bekasi, Jumat (31/7/2026).
Selain menangkap para pelaku, polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti untuk melengkapi proses pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para terduga pelaku kini harus mendekam di sel tahanan dan disangkakan dengan Pasal 262 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Polres Metro Bekasi menegaskan akan memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pria dikatakan cenderung lebih sering berselingkuh daripada wanita.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Institute for Family Studies (IFS) pada 2016, misalnya, mengungkapkan bahwa rata-rata 20 persen pria berselingkuh, sementara wanita hanya 13 persen.
Namun, bukan berarti kasus wanita selingkuh jarang ditemukan.
Faktanya, semakin ke sini, kesenjangan gender dalam perselingkuhan semakin tertutup.
Maksudnya, banyak pria dan wanita selingkuh karena alasan yang sama dan jumlahnya ternyata sama.
"Wanita berselingkuh karena berbagai alasan, seperti halnya pria," ungkap terapis seks bersertifikat AASECT dan konselor berlisensi, Tammy Nelson, Ph.D., kepada Mind Body Green.
Lebih jauh, menurut Verywell Fit, sering kali alasan pria berselingkuh adalah untuk memuaskan kehidupan seksual dan menginginkan perhatian.
Sementara wanita sering kali berselingkuh karena mencoba mengisi kekosongan emosional.
Ketika wanita merasa tidak dihargai atau diabaikan, di situ lah mereka mencari keintiman emosional dari hubungan di luar pernikahannya.
Namun, setiap istri yang berselingkuh bisa saja memiliki alasan yang berbeda-beda.
Jika kamu sebagai suami mengalami masalah dalam rumah tangga karena istri yang berselingkuh, beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi penyebabnya:
1. Seks
Jika banyak orang meyakini pria berselingkuh karena mencari sepuasan seksual, menurut Nelson, wanita juga mengapresiasi seks. Sebagian wanita berselingkuh ketika menemukn pria yang membuat mereka terangsang.
Jadi, tak semua wanita hanya mencari aspek emosional ketika berselingkuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sex Research, misalnya, menemukan bahwa pria memang lebih cenderung berselingkuh karena alasan seksual.
Tapi, alasan ini juga masih masuk tiga besar alasan wanita berselingkuh.
2. Tidak bahagia dengan hubungan saat ini
Selain alasan seks, alasan lainnya yang juga paling banyak menyebabkan wanita berselingkuh adalah berkurangnya rasa cinta terhadap pasangannya.
Meskipun mungkin masih ada sedikit rasa cinta, namun wanita bisa saja berselingkuh ketika merasa hubungannya tidak membuatnya bahagia.
Ini bisa saja disebabkan oleh amarah, masalah rumah, finansial, masalah keluarga, atau lainnya, dan para wanita yang berselingkuh karena alasan ini mungkin menemukan bahwa selingkuh adalah jawaban yang tidak didapatkan dari hubungan mereka.
"Ketika ada ketegangan atau suasana membosankan di rumah, kegembiraan yang dirasakan ketika bertemu orang baru tersebut bisa menjadi distraksi dan godaan yang terlalu menyenangkan untuk ditolak," ujarnya.
3. Mencari keintiman
Keintiman, baik fisik maupun emosional, adalah kebutuhan semua orang yang tentunya ingin dipenuhi.
Jika seorang wanita merasa kebutuhan itu tidak dapat terpenuhi dalam hubungannya dan orang lain di luar pernikahan bisa memberikan tipe keintiman yang diinginkannya, maka muncul rasa ketertarikan.
Beberapa penelitian lama menemukan bahwa wanita cenderung memiliki hubungan emosional yang lebih kuat pada orang baru ketika mereka berselingkuh ketimbang pria.
Artinya, romansa adalah bagian dari perselingkuhan bagi wanita.
4. Diperlakukan spesial oleh orang baru
Terkadang seseorang berselingkuh hanya karena orang baru yang masuk di kehidupannya membuatnya merasa spesial atau merasa menjadi orang lain.
"Sejumlah wanita melaporkan bahwa pasangan selingkuhnya membuat mereka merasa istimewa, seksi dan dipuja, dan perhatian itu sulit diabaikan, tidak peduli apa yang dilakukan pasangan mereka di rumah," kata Nelson.
5. Percaya diri rendah
Menurut psikolog Margaret Paul, PhD, kepercayaan diri yang rendah dapat menciptakan keinginan akan validasi dari luar.
Jika seorang istri tak mendapatkan validasi dari suaminya, ia mungkin saja terdorong untuk berselingkuh.
Apalagi jika sejak awal tidak ada komunikasi yang baik sehingga istri tidak dapat mengungkapkan keinginannya tersebut.
"Mereka mengabaikan diri mereka sendiri dalam berbagai hal dan karena itu mereka sangat butuh perhatian dari luar," ujarnya.
Dalam hal ini, perselingkuhan terjadi bukan karena kurangnya perhatian dari pasangan tetapi lebih kepada diri mereka sendiri yang tidak memberikan dirinya perhatian.
6. Ingin hubungannya berubah
Bisa jadi, selingkuh adalah cara seseorang untuk kabur dari masalah dalam hubungan yang mereka rasa tak bisa diselesaikan.
Paul membandingkannya dengan lari ke alkohol dan obat-obatan. Ketika beberapa orang memilih lari dari masalah dengan minum alkohol dan obat-obatan, bagi beberapa orang lainnya selingkuh adalah cara dia untuk lari dari perasaan yang muncul karena masalah hubungan.
Munculnya masalah dalam hubungan bisa membuat seseorang merasa ingin mengakhiri hubungan atau sebetulnya sekadar ingin hubungannya berubah.
"Wanita berselingkuh untuk mengakhiri pernikahannya atau untuk mempertahankannya," kata dia.
(Banjarmasinpost.co.id/TribunLampung.co.id)