TRIBUN-MEDAN.com - 45 anggota DPRD Asahan habiskan biaya Rp 12 miliar dalam anggaran perjalanan dinas, padahal sebelumnya Presiden Prabowo Subianto sudah mengingatkan untuk melakukan efisiensi anggaran.
Masyarakat Kabupaten Asahan sempat dihebohkan soal anggaran perjalanan dinas anggota DPRD yang mencapai Rp 12 miliar.
Anggaran ini dibagi untuk perjalanan dinas 45 anggota DPRD Asahan sebagai belanja perjalanan dinas dan konsumsi rapat.
Sekretaris dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Asahan, Syahrul Efendi Tambunan mengaku anggaran tersebut telah diefisiensi sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Baca juga: Misteri Kematian Nenek Nurlis di Tanjung Morawa, Ditemukan Luka di Bagian Bawah Leher
Menurutnya, upaya penghematan telah ditetapkan pada berbagai pos belanja operasional.
Salah satunya penggunaan fasilitas konsumsi setiap pelaksanaan rapat.
"Anggaran kami saat ini sudah diefisiensi. Dulu rapat selalu ada nasi kotak, sekarang hanya kue termasuk air mineral botol yang ukuran kecil. Sedangkan perjalanan dinas nilainya sudah jauh berkurang," kata Sekretaris DPRD Kabupaten Asahan, Syahrul Efendi.
Kendati begitu, ia tetap membenarkan bahwa alokasi anggar perjalanan dinas di sekretariat DPRD Asahan tahun 2026 mencapai Rp 12 miliar.
"Sesuai catatan di anggaran kami, itu benar anggarannya Rp 12 miliar sekii. Peruntukannya itu banyak, untuk keperluan perjalanan dinas tadi," katanya.
Baca juga: 4 Anak Jadi Korban Kekerasan S3ksual,Pengelola Panti Asuhan Terang Dunia Kabur saat Dibawa ke Polisi
Ia menambahkan seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengacu pada dokumen anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya efisiensi anggaran daerah sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam sambutannya pada pembukaan APKASI Otonomi Expo Tahun 2025 di ICE BSD, Tangerang, Provinsi Banten, Presiden mengapresiasi langkah sejumlah kepala daerah yang mampu melakukan efisiensi besar dalam penggunaan anggaran, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: NASIB Terbaru Bu Lurah Syerly Kena Hukuman Disiplin Ringan, Camat Medan Marelan: Sekaligus Pembinaan
“Efisiensi dikurangilah perjalanan dinas, kurangilah rapat-rapat, kurangilah seminar-seminar, kurangilah kunjungan-kunjungan kerja, untuk apa lagi kunjungan kerja? yang penting kerja, bukan kunjungan-kunjungan kerjanya,” ujar Presiden, pada Kamis, 28 Agustus 2025 lalu.
Menurut Kepala Negara, dana hasil efisiensi dapat dialihkan untuk membiayai program-program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Hal tersebut seperti irigasi, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ketahanan pangan.
“Kalau suatu kabupaten tadi laporan ke saya berhasil menyelamatkan Rp462 miliar dan uang itu dipindahkan, dialokasi untuk bikin irigasi untuk menghadapi musim kering. Beliau bikin irigasi yang akan mengairi 8.000 hektare dari potensi di kabupaten beliau 30.000 hektare. Beliau katakan dalam 5 tahun 30.000 hektare itu semuanya akan dapat irigasi yang baru,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif dan inovasi yang dilakukan para pemimpin daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Negara menegaskan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh demi rakyat dan bangsa, sekaligus menjaga persatuan di tengah tantangan yang dihadapi.
“Terima kasih inisiatif saudara. Terima kasih inovasi-inovasi yang saudara kerjakan. Silakan saya hanya titip tadi, bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk rakyatmu, untuk bangsa kita dan nanti kita dengan baik, dengan kerja sama, kita saling mengisi, saling mendukung, dan kita waspada,” ucap Presiden.
(tribun-medan.com)