TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kecelakaan tunggal terjadi di jalur pegunungan Karanganyar-Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat (31/7/2026) sore.
Sebuah mobil Daihatsu Feroza yang membawa satu keluarga terjun ke jurang sedalam sekitar 20 meter, mengakibatkan seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia dan enam korban lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Blok Sirewok, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Kendaraan Daihatsu Feroza bernomor polisi R 1405 FJ diduga kehilangan kendali saat melintasi jalur pegunungan sebelum akhirnya keluar dari badan jalan dan terjun ke dasar jurang berbatu.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial DM (2).
Balita tersebut mengalami cedera berat di bagian kepala akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
Sementara itu, enam penumpang lainnya bersama pengemudi mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda dan langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Kajen.
Baca juga: Rusun Kaligawe dan Bandarharjo Semarang Sudah Miring
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Meli, adik pengemudi yang berada di dalam kendaraan, berhasil keluar dari dasar jurang dan meminta bantuan kepada warga yang melintas di lokasi.
"Mas, tolong Mas, mobil Mbak saya masuk jurang, tolong dibantu," teriak Meli kepada warga.
Seruan tersebut segera mendapat respons dari warga sekitar yang kemudian berdatangan untuk melakukan evakuasi.
Salah seorang warga, Sudarsono (46), mengaku sempat berpapasan dengan mobil korban beberapa ratus meter sebelum kecelakaan terjadi.
"Saya langsung memutar balik kendaraan menuju lokasi. Saat sampai, warga sudah turun ke dasar jurang untuk mengevakuasi korban."
"Saya kemudian, membawa sekitar enam korban menggunakan mobil bak ke RSUD Kajen," ujarnya.
Menurut Sudarsono, kendaraan tersebut mengangkut delapan orang yang terdiri atas lima perempuan dan tiga anak laki-laki.
Saat ditemukan, posisi mobil dalam keadaan terbalik dengan roda berada di bagian atas.
Korban yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat antara lain Mila (24) selaku pengemudi, TY (38), RFS (35), GA (3), F (11), dan JG (4).
Seluruhnya merupakan warga Dukuh Karanggondang, Desa Lebakbarang.
Warga lain yang ikut menolong, Prayitno (45), mengungkapkan situasi di lokasi sempat membuat proses evakuasi berlangsung menegangkan.
"Saya sempat hendak mematikan mesin, tetapi karena panik justru kuncinya kembali menstarter mobil," tuturnya.
Prayitno kemudian membantu mengeluarkan seorang anak dari dalam kendaraan. Ia menyebut seluruh korban mengalami luka-luka, sedangkan balita yang meninggal dunia mengalami cedera serius di bagian kepala.
Diketahui, rombongan keluarga tersebut baru saja pulang berbelanja kebutuhan untuk acara khitan salah satu anggota keluarga.
Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo, membenarkan rumah sakit menerima tujuh korban kecelakaan tunggal tersebut. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah tiba di instalasi gawat darurat.
Korban meninggal dunia adalah DM (2), warga Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang. Sementara korban lainnya masih menjalani perawatan sesuai kondisi masing-masing.
"Pihak rumah sakit juga terus memantau, perkembangan kesehatan para korban hingga dinyatakan stabil dan dapat menjalani perawatan lanjutan," imbuhnya.
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan Daihatsu Feroza di jalur pegunungan Karanganyar-Lebakbarang.
Menurut hasil pemeriksaan awal, kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan.
Saat melintasi lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi sehingga mobil menabrak tebing di sisi kanan jalan sebelum terpental ke kiri dan masuk ke jurang sedalam sekitar 20 meter.
"Dugaan sementara, penyebab kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi pengemudi saat mengemudikan kendaraan, sehingga terjadi kecelakaan tunggal," katanya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, sekaligus mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, dan menjaga konsentrasi saat melintas di jalur yang memiliki medan berkelok dan berbukit."
"Mobil sendiri, alhamdulilah berhasil dievakuasi dibantu oleh masyarakat," tambahnya.
Polisi juga mengimbau para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki tikungan tajam dan kontur jalan menanjak maupun menurun untuk mengurangi risiko kecelakaan. (Dro)