Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Masalah pemenuhan gizi pada anak dan remaja di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih memprihatinkan.
Pola makan yang cenderung hanya mengikuti selera, lebih menyukai makanan cepat saji dan enggan makan sayur, menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengungkapkan kondisi ini membuat asupan gizi tidak terpenuhi, sehingga pemberian suplemen seperti vitamin menjadi kebutuhan pendukung yang penting.
"Anak-anak ini pola makannya hanya suka-sukaan saja. Suka makanan cepat saji, sayur tidak mau. Akibatnya gizi tidak terjaga. Maka apabila makannya kurang baik, pemenuhan gizi harus dibantu dengan asupan vitamin," ujarnya, Sabtu, (1/8/2026).
Khusus bagi remaja putri, ia menyampaikan bahwa program mengkonsumsi Vitamin Fe menjadi hal yang wajib digalakkan sebagai persiapan kesehatan tubuh.
Hal ini sangat berkaitan erat dengan fenomena pernikahan dini yang masih terjadi, di mana banyak remaja bahkan setingkat SMP atau SMA sudah menikah.
"Kita sangat khawatir apabila mereka yang fisiknya belum siap harus menjalani kehamilan. Inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kematian ibu hamil di usia muda," tegas Rizal.
Rizal juga menyinggung tren di kalangan remaja yang enggan makan cukup karena takut terlihat gemuk, padahal pemenuhan gizi dan vitamin tetap dibutuhkan tanpa harus menaikkan berat badan berlebih.
Hingga saat ini, angka kematian ibu di Kabupaten Serang tercatat mencapai 11 orang, padahal tahun ini baru berjalan enam bulan.
Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan capaian tahun 2025 yang sebesar 20 orang sepanjang satu tahun penuh.
"Kalau target dari pemerintah pusat berdasarkan hitung-hitungan kita itu di angka sekitar 39. Jadi masih rendah," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan berupaya memperluas kolaborasi bersama Kantor Urusan Agama (KUA), pihak sekolah, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tujuannya selain memastikan program vitamin Fe berjalan lancar, juga untuk memberikan pemahaman luas mengenai bahaya kesehatan akibat menikah di bawah umur dan pentingnya persiapan fisik yang matang sebelum membangun rumah tangga.