Bukan Cuma Diare, Ini 4 Bahaya Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Air Kolam Renang
Evan Saputra August 01, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM - Berenang menjadi salah satu aktivitas olahraga favorit keluarga, namun bahaya infeksi kuman yang mengintai di balik jernihnya air kolam renang kerap terabaikan.

Mulai dari bakteri Cryptosporidium yang tahan klorin hingga ancaman penyakit paru-paru Legionnaires, paparan air yang terkontaminasi dapat memicu masalah kesehatan serius jika tidak diwaspadai.

​Tak hanya menyerang saluran pencernaan, kuman di air kolam renang juga berpotensi memicu iritasi kulit hingga infeksi saluran telinga.

Baca juga: MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan, Kepala BGN dan Menkeu Buka Suara

Ketahui 4 jenis penyakit menular akibat air kolam renang serta langkah pencegahannya agar sesi berenang Anda tetap aman dan sehat.

Air kolam renang dapat menyebabkan penyakit akibat infeksi seperti diare dan penyakit Legionnaires.

Mengutip Health.com, pengolahan air yang tepat menggunakan disinfektan dapat membantu mencegah penyakit.

1. Diare

Setelah air terkontaminasi kuman penyebab diare menular, seorang perenang hanya perlu menelan sedikit air tersebut untuk terinfeksi.

Kuman seperti Cryptosporidium, Giardia, Shigella, norovirus, dan E. coli dapat menyebar kapan saja ketika seseorang yang sedang mengalami diare atau baru sembuh dari diare dalam dua minggu terakhir masuk ke dalam air.

Cryptosporidium atau crypto merupakan penyebab paling umum wabah diare yang berkaitan dengan kolam renang. Crypto dapat bertahan hidup selama berhari-hari, bahkan di kolam yang telah diberi klorin dan bahan kimia lainnya. Inilah alasan kolam renang umum mewajibkan pengunjung untuk mandi terlebih dahulu sebelum berenang.

Penting untuk tidak masuk ke kolam renang jika Anda baru saja mengalami sakit agar air kolam tetap aman bagi semua orang.

Anda juga sebaiknya menghindari danau atau sungai yang tidak dipantau keamanannya. Hewan yang berada di dalam air juga dapat menularkan kuman-kuman tersebut.

Penyakit diare yang ditularkan melalui air dapat berlangsung hingga dua minggu dan menyebabkan dehidrasi serius yang terkadang dapat mengancam nyawa.

Segera hubungi dokter jika mengalami:

Feses berwarna hitam

Diare yang berlangsung lebih dari 24 jam pada anak-anak

Diare yang berlangsung selama dua hari atau lebih pada orang dewasa

Demam

Sakit perut parah

Tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, sakit kepala, dan jarang buang air kecil
Feses yang mengandung darah atau nanah

2. Ruam Akibat Air Panas

Air yang terkontaminasi bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat menyebabkan ruam akibat air panas (hot tub rash), yaitu salah satu jenis iritasi kulit.

Ruam ini biasanya muncul dalam bentuk bintik-bintik merah yang terasa gatal dan menonjol atau lepuhan berisi nanah.

Biasanya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hubungi dokter jika ruam berlangsung lebih lama.

Bahan kimia pembunuh kuman seperti klorin lebih cepat terurai dalam air panas. Karena itu, risiko terkena penyakit dari kolam air panas (hot tub) tetap tinggi. Bakteri ini juga dapat menyebar di kolam yang tidak dirawat dengan baik atau danau yang telah terkontaminasi.

Semakin lama kulit terpapar air yang terkontaminasi, semakin besar kemungkinan terkena ruam akibat air panas. Selalu mandi segera setelah keluar dari kolam.

Anda dapat memeriksa kondisi air sendiri menggunakan strip penguji khusus kolam renang dan hot tub. Anda juga dapat menanyakan apakah hot tub diperiksa secara rutin untuk memastikan kadar disinfektan dan pH berada pada tingkat yang sesuai.

3. Telinga Perenang

Otitis eksterna, yang lebih dikenal sebagai telinga perenang (swimmer's ear), terjadi ketika air terperangkap di saluran telinga bagian luar. Air yang terperangkap dapat menyebabkan bakteri atau jamur berkembang biak.

Telinga perenang lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Gejalanya meliputi rasa gatal, nyeri, dan pembengkakan. Dalam beberapa kasus, nanah dapat keluar dari telinga. Kondisi ini mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Beberapa cara untuk mencegah telinga perenang antara lain:

Keringkan telinga secara menyeluruh dengan handuk lembut setelah berenang.

Gunakan pengering rambut dengan suhu rendah dari jarak beberapa sentimeter dari telinga.

Miringkan kepala ke kanan dan kiri sambil menarik daun telinga dengan lembut agar air dapat keluar.

Anda juga dapat menggunakan obat tetes telinga yang membantu mengeringkan saluran telinga setelah berenang. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

4. Penyakit Legionnaires

Kuman yang hidup di hot tub atau kolam renang juga dapat menginfeksi seseorang ketika menghirup uap atau kabut air yang berasal dari permukaan air.

Bakteri Legionella, yang menyebabkan infeksi paru-paru bernama penyakit Legionnaires, terkadang dapat menyebar melalui cara ini.

Legionella secara alami dapat ditemukan di dalam air, terutama air hangat. Memastikan kolam renang atau hot tub dibersihkan dan didisinfeksi dengan baik dapat menurunkan risiko infeksi.

Penyakit Legionnaires dapat menyebabkan:

Nyeri dada

Batuk

Diare

Demam

Sakit kepala

Nyeri otot

Mual

Sesak napas

Penyakit Legionnaires biasanya dapat diobati dengan antibiotik jika didiagnosis sejak dini. Namun, penyakit ini terkadang dapat berakibat fatal.

Penyakit ini paling berbahaya bagi orang lanjut usia, perokok, penderita penyakit paru-paru kronis, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Siapa yang Bisa Sakit Akibat Berenang?

Siapa pun dapat tertular kuman saat berenang di kolam renang, hot tub, danau, laut, atau sungai. Seseorang juga dapat jatuh sakit jika menelan air, melakukan kontak dengan air yang terkontaminasi, atau menghirup kabut air.

Penting untuk mendisinfeksi kolam renang dan hot tub menggunakan klorin atau bromin guna mencegah penyebaran kuman.

Orang yang lebih berisiko mengalami penyakit terkait aktivitas berenang antara lain:

Anak-anak

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau yang mengonsumsi obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Ibu hamil

Orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya

(*/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.