Fakta-fakta Vape Etomidate, Narkoba Berkedok Rokok Elektronik yang Marak di Samarinda, Sasar Gen Z
Briandena Silvania Sestiani August 01, 2026 03:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kemunculan vape atau rokok elektronik yang mengandung zat etomidate menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Fenomena ini dinilai sebagai pola baru penyalahgunaan narkotika yang kini mulai banyak menyasar kalangan generasi muda, terutama Generasi Z (Gen Z) dan milenial.

Polresta Samarinda menyebut peredaran etomidate dalam bentuk cartridge vape tidak lagi menjadi persoalan lokal semata.

Tren tersebut telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia sehingga diperlukan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Baca juga: Kenali Pod Getar! Vape Berisi Etomidate Jadi Tren Baru Penyalahgunaan Narkoba di Samarinda

Selain mengungkap bahaya yang ditimbulkan, kepolisian juga berhasil membongkar jaringan pengedar vape etomidate dalam Operasi Antik Mahakam 2026.

Dari operasi itu, puluhan cartridge siap pakai diamankan dan dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut fakta-fakta mengenai maraknya vape etomidate yang diungkap Polresta Samarinda.

1 .Etomidate Merupakan Obat Bius Medis yang Disalahgunakan

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan penyalahgunaan etomidate kini berkembang cukup masif dan menjadi tren baru di kalangan anak muda.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya ditemukan di Samarinda, tetapi juga mulai muncul di sejumlah daerah lain seperti Balikpapan, Bontang, Sangatta hingga kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

"Ini adalah tren baru penggunaan narkotika yang penyebarannya cukup masif dan sangat banyak dikonsumsi oleh generasi muda. Oleh karena itu, kami memandang perlu untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat terkait apa sebenarnya etomidate ini," tegas Hendri Umar, Jumat (31/7/2026).

Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya menjelaskan, etomidate pada dasarnya bukanlah narkotika yang diproduksi untuk disalahgunakan.

Etomidate merupakan obat bius anestesi, yakni obat yang digunakan tenaga medis untuk membuat pasien tidak merasakan nyeri atau kehilangan kesadaran sementara sebelum menjalani tindakan operasi, baik operasi besar (mayor) maupun operasi kecil (minor).

Namun, dalam praktik penyalahgunaannya, zat tersebut dicampurkan ke dalam cairan rokok elektronik atau liquid vape sehingga dapat diisap layaknya vape biasa.

2. Menyasar Gen Z dan Milenial

Bangkit menyebut kelompok usia muda menjadi sasaran utama penyalahgunaan etomidate.

Menurutnya, sebagian besar pengguna berasal dari kalangan Gen Z maupun milenial yang berada pada fase ingin mencoba hal-hal baru.

"Penyalahgunaan etomidate ini menyebabkan pemakainya mengalami efek halusinasi tingkat rendah dan berjangka pendek. Penggunaannya menyasar anak-anak muda, Gen Z, serta milenial yang mungkin baru bekerja dan berada pada fase coba-coba hal baru," jelasnya.

Fenomena tersebut membuat aparat kepolisian meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur mencoba vape yang tidak jelas asal-usul cairannya.

3. Dijuluki "Pod Getar"

Salah satu alasan vape etomidate sulit dideteksi ialah karena bentuk perangkatnya hampir tidak memiliki perbedaan dengan rokok elektronik biasa.

Menurut Bangkit, cartridge maupun perangkat vape yang digunakan terlihat sama dengan vape legal yang banyak beredar di pasaran.

Meski demikian, terdapat ciri khas yang muncul setelah seseorang menggunakannya.

"Berdasarkan literatur medis dan jurnal kesehatan, orang yang mengisap vape berisi etomidate akan mengalami efek kejang atau getaran tubuh sesaat setelah menghirupnya. Itulah mengapa di dunia peredaran gelap, barang ini dikenal dengan istilah 'Pod Getar'," ungkapnya.

Istilah Pod Getar muncul karena efek getaran atau kejang singkat yang dialami pengguna setelah mengisap cairan yang mengandung etomidate.

Selain kejang sesaat, pengguna juga dapat mengalami halusinasi ringan dalam waktu singkat.

4. Asap Vape Tidak Berbahaya, tetapi Cairannya Sangat Berisiko

Bangkit juga meluruskan anggapan masyarakat mengenai bahaya asap vape etomidate terhadap orang lain di sekitarnya.

Ia menjelaskan bahwa residu asap yang keluar dari vape tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi orang yang berada di sekitar pengguna.

Namun demikian, risiko terbesar justru berasal dari cairan atau liquid yang dikonsumsi langsung oleh pengguna.

"Asapnya merupakan residu yang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Namun, yang sangat berbahaya adalah cairan (liquid) itu sendiri bagi yang mengonsumsinya," tambahnya.

5. Polisi Bongkar Jaringan Pengedar

Selain memberikan edukasi, Satresnarkoba Polresta Samarinda juga berhasil mengungkap jaringan peredaran vape etomidate selama Operasi Antik Mahakam 2026.

Dalam operasi yang berlangsung selama 21 hari tersebut, polisi menangkap 74 tersangka kasus narkoba.

Dari jumlah tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka khusus pengedar vape etomidate.

Kompol Bangkit Dananjaya mengatakan total terdapat 59 cartridge etomidate yang berhasil diamankan dari dua perkara berbeda.

"Kasus pertama barang buktinya beragam, ada sabu-sabu dan terselip satu cartridge etomidate. Jadi bisa dikatakan itu hanya barang sampingan yang diedarkan pelaku," ujarnya.
Sementara pada kasus kedua, polisi menemukan 58 cartridge etomidate yang seluruhnya memang dipersiapkan untuk diedarkan kepada konsumen.

"Kasus kedua, petugas menyita 58 cartridge etomidate sekaligus dari tangan seorang tersangka yang memang menjadi spesialis peredaran zat tersebut."

6. Modus Pengedar Gunakan DM Instagram

Polisi mengungkap pola distribusi vape etomidate dibuat sedemikian rupa agar sulit dilacak aparat.

Dua tersangka diketahui bekerja sebagai pekerja swasta atau pekerja serabutan yang bertugas sebagai kurir.

Mereka hanya menerima instruksi dari atasan tanpa mengetahui identitas pembeli maupun pemasok secara langsung.

"Modus yang dilakukan pengedar dengan 58 cartridge ini adalah menunggu perintah dari bosnya melalui pesan singkat (DM) di Instagram. Perintah untuk transaksi dan meletakkan barang (sistem jejak) menunggu petunjuk dari atasannya, sehingga antara konsumen dan pelaku terputus," jelas Bangkit.

DM Instagram merupakan fitur pesan langsung (Direct Message) yang memungkinkan komunikasi dilakukan secara pribadi sehingga sering dimanfaatkan pelaku untuk menghindari pelacakan.

Sementara sistem jejak adalah metode transaksi narkoba dengan cara meletakkan barang di lokasi tertentu sesuai petunjuk tanpa terjadi pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.

7. Diduga Berasal dari Jaringan Jakarta-Medan

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan jaringan pemasok vape etomidate tidak berasal dari Kalimantan Timur.

Menurut kepolisian, barang tersebut diduga dipasok melalui jaringan yang beroperasi dari Jakarta hingga Medan.

Saat ini polisi masih memburu pengendali akun Instagram yang diduga menjadi koordinator distribusi.

Seluruh barang bukti yang diamankan berbentuk cartridge siap pakai.

Namun penyidik juga mendalami kemungkinan adanya produsen yang memproduksi liquid etomidate dalam jumlah besar.

"Barang bukti yang kami amankan seluruhnya berbentuk cartridge siap pakai. Namun, kami masih mendalami informasi mengenai adanya pihak-pihak yang menjadi produsen liquid-nya dalam jumlah yang cukup besar," tutup Bangkit.

Polisi Perketat Pengawasan Jalur Distribusi

Menghadapi tren penyalahgunaan etomidate yang semakin meluas, Polresta Samarinda memperketat pengawasan terhadap berbagai jalur distribusi barang.

Pengawasan dilakukan di jalur darat, jalur laut, hingga jasa ekspedisi karena cartridge vape mudah disamarkan dalam proses pengiriman.

Kapolresta Samarinda menegaskan pihaknya tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas penyalahgunaan narkoba jenis baru tersebut.

Karena itu, masyarakat diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran vape etomidate.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Setiap praktik penyalahgunaan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Jika masyarakat menemukan atau mencurigai adanya peredaran ini, segera laporkan ke petugas kepolisian terdekat atau Satresnarkoba Polresta Samarinda agar bisa kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tutup Bangkit.

Dengan meningkatnya tren penyalahgunaan etomidate dalam bentuk vape, kepolisian berharap masyarakat, khususnya orang tua, tenaga pendidik, serta lingkungan sekitar, semakin waspada terhadap peredaran "Pod Getar" yang kini menyasar generasi muda melalui modus yang semakin sulit dikenali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.