Laporan Wartawan TribunJaitm.com, Imam Nawawi
TRIBUNJATIM.COM,LUMAJANG - Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan fakta saat melakukan sensus ekonomi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Hasil capaian sensus yang mencapai 72,38 persen tersebut, petugas BPS menemukan adanya juragan tebu di Kecamatan Jatiroto Lumajang, merangkap bekerja di program makan bergizi gratis (MBG).
"Jadi ada pengusaha tebu, tapi dia juga pegawai MBG jadi dia juga jadi buruh juga," ujar Kepala Kantor BPS Lumajang Sonhaji, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan untuk mengisi waktu luang selama menunggu hasil penen tebu. Sehingga juragan ini memilih jadi pegawai di satuan pelayanan pemenuhan gizi gratis (SPPG).
Baca juga: Uang Sudah Ditransfer ke Rekening Tapi Dapur MBG Tak Beroperasi, BGN Ungkap Ada 414 SPPG Bermasalah
"Menarik ya, jadi menunggu itu bekerja dari pada dia ngangur dia bekerja di SPPG," ucapnya Sonhaji.
Oleh karena itu dalam sensus itu, petugas juga mendata dua hal, pertama penghasilannya jadi buruh MBG serta keuntungan penjualan tebu setiap kali panen.
"Jadi dia sebutkan pendapatannya setiap minggu selama bekerja di SPPG. Tapi pendapatan dari tebu jauh lebih banyak, jadi kami data lahannya berapa hektar, berapa banyak tebu yang dihasilkan, pupuknya berapa dan buruh yang dikerjakan berapa," bebernya.
Sonhaji mengungkapkan sektor perkebunan tersebut menjadi konsen sensus di Lumajang, untuk memontret kondisi ekonomi dari tanaman tebu.
"Harus tampak betul dalam sensus ekonomi, berapa petani kita, petani/ pengusaha padi dan berapa jumlah pengusaha tebu. Ini jadi konsen kami," katanya.
Selain itu ketika melakukan sensus ekonomi di Lumajang. Kata Sonhaji, juga harus memotret kondisi usaha penggalian pasir di kawasan Pasirian dan Candipuro sebab itu merupakan potensi yang paling terkenal.
"Terus juga kayunya, temasuk holtikultura juga harus tampak. Kami harus tahu berapa jumlah petani kelapa, petani durian, alpukat serta pisang Kirana," imbuhnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com