Mahasiswa Teologi se-Jayapura Bagikan Selebaran, Ajak Warga Ikut Aksi Kemanusiaan 3 Agustus
Paul Manahara Tambunan August 01, 2026 04:28 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sejumlah mahasiswa teologi dari berbagai perguruan tinggi se-Jayapura menggelar aksi pembagian selebaran kepada masyarakat di kawasan Mata Jalan Pos 7, Jayapura, Sabtu (1/8/2026) pukul 15.00 WIT.

Aksi pembagian selebaran tersebut dilakukan sebagai bentuk sosialisasi sekaligus ajakan terbuka kepada warga untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/8/2026).

Aktivis Mahasiswa Teologi, Ronial Mirin, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai dinamika dan persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat di Tanah Papua.

"Kami ingin mengajak masyarakat mengetahui tujuan aksi ini. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan secara damai," ujar Ronial dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: KNPB Gelar Demo 3 Agustus, Warga Kota Jayapura Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi

Soroti Persoalan Pengungsian dan Ruang Sipil

Ronial menjelaskan, mahasiswa teologi menilai berbagai persoalan mendasar di Papua membutuhkan perhatian bersama dari seluruh lapisan komponen masyarakat.

Beberapa isu utama yang melandasi dorongan aksi ini antara lain:

  • Penanganan Pengungsi: Nasib warga sipil yang terdampak konflik di daerah pemukiman.
  • Kebebasan Ruang Sipil: Jaminan menyampaikan pendapat secara aman dan terbuka.
  • Penegakan HAM: Perlindungan terhadap hak-hak dasar masyarakat Papua secara menyeluruh.

"Dari pandangan kami, berbagai persoalan kemanusiaan masih terjadi di Papua. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap situasi tersebut," tambahnya.

Dalam penyataan sikap tertulisnya, kelompok mahasiswa teologi turut menyampaikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3 Agustus 2026 mendatang.

Adapun empat poin inti dari pernyataan sikap yang dirilis mahasiswa teologi meliputi:

  • Dukungan Aksi: Mendukung penuh pelaksanaan aksi kemanusiaan pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Seruan Persatuan: Mengajak seluruh elemen warga bersatu menyuarakan isu-isu kemanusiaan.
  • Penolakan Kebijakan: Menyampaikan sikap penolakan terhadap militerisme serta kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat Papua.
  • Penyampaian Damai: Mendorong perjuangan keadilan melalui cara-cara yang tertib, aman, dan damai.

Baca juga: Aksi Massa di Jayapura, Mahasiswa Desak Pemerintah Hentikan Pendekatan Militer di Papua

Imbau Warga Jaga Kondusivitas

Rangkaian aksi kemanusiaan pada Senin (3/8/2026) mendatang rencananya akan dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai, dengan titik konsentrasi massa tersebar di wilayah Sentani (Kabupaten Jayapura) serta Numbay (Kota Jayapura).

Pihaknya telah menyebarkan undangan terbuka kepada para mahasiswa, pemuda, tokoh gereja, Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), kelompok Cipayung, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Di akhir keterangannya, Ronial menekankan pentingnya menjaga keamanan bersama agar seluruh rangkaian penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar tanpa gangguan ketertiban umum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan aksi. Aspirasi yang kami sampaikan adalah bentuk kepedulian murni terhadap kemanusiaan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.