Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Awal September 2026, KBM Tetap dengan Guru Sementara
Tri Widodo August 01, 2026 04:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah masih menyelesaikan proses rekrutmen tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat yang dibangun di berbagai daerah di Indonesia.

Selama proses seleksi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan dukungan guru sementara agar para siswa tidak kehilangan kesempatan belajar pada awal tahun ajaran baru.

Baca juga: Meski Baru Rampung 98 Persen, Gedung Permanen Sekolah Rakyat Sukoharjo Mulai Digunakan untuk KBM

Baca juga: Mensos Resmikan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo, MPLS Perdana Diikuti 226 Siswa

Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, saat meresmikan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sabtu (1/8/2026).

Saifullah Yusuf mengatakan, proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat saat ini masih dilakukan secara nasional.

Pemerintah menargetkan seluruh tahapan seleksi dapat diselesaikan pada akhir Agustus hingga awal September 2026 sehingga para guru definitif dapat segera bertugas di masing-masing sekolah.

"Memang proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat masih berjalan dan diperkirakan selesai pada akhir Agustus atau awal September," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin proses seleksi dilakukan secara terburu-buru.

Rekrutmen guru dilakukan secara bertahap agar tenaga pendidik yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Sekolah Rakyat, yang tidak hanya mengedepankan kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan karakter karena menerapkan sistem pendidikan berasrama.

Selama masa transisi tersebut, pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan baik.

Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah penyediaan tenaga pendidik sementara hingga guru hasil rekrutmen resmi mulai bertugas.

"Tentu kita harapkan partisipasi dan dukungan dari Pemerintah Daerah Sukoharjo agar pada masa transisi ini fasilitas Sekolah Rakyat bisa terpenuhi, termasuk dukungan guru sementara," katanya.

Operasional Dibantu Pemda

Selain tenaga pendidik, Saifullah Yusuf juga meminta pemerintah daerah membantu memenuhi kebutuhan operasional sekolah lainnya, seperti penyediaan air bersih, tenaga kebersihan, pengelolaan sampah, serta sistem keamanan.

Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak hari pertama.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sukoharjo beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dinilai telah memberikan dukungan penuh terhadap operasional Sekolah Rakyat.

"Saya ingin menyampaikan bahwa dukungan daerah cukup bagus, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ini. Dukungan dari Forkopimda sangat luar biasa. Ini tentu sangat membantu kepala sekolah," tuturnya.

Di Kabupaten Sukoharjo sendiri, sebanyak 226 siswa baru mulai mengikuti MPLS di gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1.

Mereka terdiri atas 44 siswa SD, 92 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Jika digabungkan dengan siswa yang sebelumnya telah belajar di Sekolah Rakyat rintisan, total terdapat 458 peserta didik yang menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Sukoharjo.

Pemerintah berharap, setelah proses rekrutmen guru selesai pada akhir Agustus atau awal September mendatang, seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia dapat beroperasi dengan tenaga pendidik definitif sehingga kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem semakin optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.